Apakah arti emosi?
“Ayolah, jangan emosi dong!”, kata Rina pada Roni saat Roni dikibuli. Pada percakapan itu, kentara sekali bahwa yang dimaksud emosi adalah marah. ‘Jangan emosi’ sama artinya dengan ‘jangan marah’. Begitulah yang umumnya dimengerti. Emosi adalah marah. Sebaliknya, marah adalah emosi. Kerap sekali, dalam kehidupan sehari-hari, secara bergantian, kata marah dan emosi digunakan untuk hal yang sama. “Dina lagi emosi tuh!” (artinya Dina sedang marah).
Tentu saja emosi bukan hanya marah. Ada banyak macam-macam emosi yang lain, seperti sedih, takut, jijik, sedih dan terkejut. Setiap budaya melakukan kategorisasi berbeda berdasarkan kosakata emosi yang dimiliki dalam bahasanya. Orang Amerika Serikat yang memakai bahasa inggris, membedakan sekurangnya 213 jenis kata emosi, sedangkan dalam bahasa Indonesia terdapat 229 kata emosi. Jadi, tidak sedikit seperti yang disangka umumnya orang.
Dari mana kata emosi berasal? Kata emosi adalah kata serapan dari bahasa inggris, yakni ‘emotion’. Dalam kamus, kata ‘emotion’ digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kuat akan sesuatu dan perasaan yang sangat menyenangkan atau sangat mengganggu. Misalnya Anda merasakan perasaan yang kuat dan menyenangkan saat bersama seseorang, mungkin Anda menganggap diri Anda sedang dalam keadaan emosi. Jenisnya, emosi cinta.
Bagaimana arti emosi secara ilmiah? Psikologi adalah cabang ilmu yang paling intensif dan ekstensif dalam melakukan penelitian mengenai emosi. Namun, diantara para penelitinya yang paling brilian sekalipun, tidak terdapat kesamaan pendapat mengenai arti emosi. Terdapat sekurang-kurangnya 92 definisi emosi yang berbeda. Hal ini menjelaskan bahwa emosi merupakan fenomena yang sangat kompleks. Namun demikian, semuanya tetap ada benang merahnya. Nah, ada lima benang merah diantara definisi emosi, yakni emosi dipicu oleh interpretasi seseorang terhadap suatu kejadian, adanya reaksi fisiologis yang kuat, ekspresi emosionalnya berdasarkan pada mekanisme genetika, merupakan informasi dari satu orang ke yang lainnya, dan membantu seseorang beradaptasi terhadap perubahan situasi lingkungan.
Emosi dipicu oleh interpretasi terhadap suatu kejadian. Proses emosi dimulai ketika Anda memberikan makna secara pribadi terhadap beberapa kejadian anteseden. Situasi yang sama belum tentu akan menghasilkan emosi yang sama karena tergantung pemaknaan terhadap situasi tersebut. Misalnya teman Anda menipu Anda. Jika Anda menilainya hal biasa, maka mungkin Anda tidak mengalami emosi. Tapi jika Anda menilainya melanggar nilai-nilai perkawanan dan merugikan Anda, maka mulailah Anda kecewa terhadapnya.
Reaksi fisiologis yang kuat. Emosi muncul disertai adanya reaksi fisiologis yang cukup untuk membuat Anda menyadari adanya perbedaan dalam diri Anda. Misalnya detak jantung meningkat cepat, tangan gemetar, ingin kabur, dan sebagainya.
Ekspresi emosionalnya berdasarkan pada mekanisme genetika. Artinya, semua orang memiliki kemiripan dalam mengekspresikan emosi. Ekspresi wajah sedih pada orang Skandinavia, sangat mirip dengan ekspresi wajah sedih pada orang Papua. Demikian juga ekspresi wajah bahagia orang Arab, mirip dengan ekspresi bahagia orang Jawa.
Emosi merupakan informasi dari satu orang ke yang lainnya. Melalui emosi, seseorang menyampaikan maksud pada orang lain. Takut yang dialami seseorang sebagai informasi bahwa ia tidak mau melakukan sesuatu. Marah yang dialami merupakan informasi bahwa ia tidak suka diperlakukan seperti perlakuan yang sudah diterimanya. Pendek kata, melalui emosi kita tahu apa yang telah terjadi.
Emosi membantu adaptasi terhadap perubahan situasi lingkungan. Bayangkan jika manusia tidak merasa takut terjun ke dalam jurang. Maka, mungkin kematian manusia adalah hal yang biasa terjadi. Karena adanya takut, maka manusia berupaya menyiasati adanya jurang, mungkin membuat jembatan, membuat pagar pembatas, atau menjauhinya.
Kemunculan emosi biasanya spontan, tidak disadari dan tanpa diniatkan. Tiba-tiba saja Anda mengalami emosi tertentu. Anda baru sadar mengalami sebuah emosi setelah emosi itu Anda alami. Misalnya Anda bertemu orang asing, maka spontan saja Anda mengalami emosi. Anda tidak akan bisa meniatkan untuk mengalami emosi tertentu. Anda tidak bisa berniat untuk takut saat pergi ke hutan. Nah sampai di sini bisakah Anda menyimpulkan apa yang dimaksud dengan emosi?


infonya sangat menarik. tp, bagaimana klo emosi itu sering terjadi?
apa ada faktor yang lain yang menyebabkan seseorang tidak dapat menghilangkan emosinya
@indah: indah.. emosi itu pasti muncul setiap ada pengalaman subjektif atau suatu peristiwa tertentu yang bermakna bagi anda. dan sensitifitas setiap orang terhadap suatu peristiwa berbeda-beda. namun emosi itu pasti akan muncul, hanya saja intensitasnya yang berbeda. artinya, wajar kalau emosi itu sering terjadi.
untuk faktor2nya sudah disebutkan di atas. tetapi begini, yang mengendalikan emosi adalah otak kita, terutama di sistem limbik yang ada di amygdala. di amygdala terdapat kelenjar yang mensekresikan 6 hormon yang kemudian memunulkan emosi. kelenjar ini akan mensekresikan hormon tersebut ketika kita mengalami suatu peristiwa, dan hormon ini akan bertahan di otak kita minimal selama 3bulan. artinya, kalau hari ini kita putus dengan pacar, dan sedih, emosi sedih ini akan bertahan minimal 3bulan. itupun KALAU selama 3bulan ini tidak ada kejadian apapun yang dapat memicu sekresi hormon di amygdala. jadi, kalau selama 3bulan ternyata ada hal yang mengingatkan kita kepada situasi tersebut, rasa sedih itu akan ada selama 3bulan lagi, dan seterusnya.
semoga membantu
info na sngt bermanfaat..
bgmna dg emosi yg tertahan, karna tiap kali sdg emosi.. saya tidak dpt marah2, saya saya bisa lakukan hanya menangis.
jdi bisa d bilang, kalau emosi/amarah saya terpendam.
apa dampak na dg kesehatan tubuh saya???????????
Emosi adalah suatu bentuk ekspresi perasaan seseorang bisa dlm berbagai cara. emosi jg merupakan ungkapan bathin kita. ungkapan perasaan/bathin anda dlm bentuk ” menangis ” bisa berdampak pd kesehatan anda apa bila tangisan anda disertai rasa “dendam” tapi sebaliknya jika disaat menangis hati anda disertai dgn penuh “pengampunan dan pengertian” terhadap kelemahan org tsb maka anda akn mengalami suatu perubahan kesehatan di diri anda yg luat biasa. anda akan mendapatkan berkat yang berlimpah dan hidup anda akan selalu sehat walafiat pada masa yg akan datang.
bgus gk ya anlisis skripsi yg mmbhas ttg perasaan dan emosi pd tokoh utama…
thank’s yah infox…sy baru tahu kalo ternyata emosi itu ada yg positif…slama ini pemikiranku ttg emosi adalh negatif. hehehe
kalau emosi itu terpendam yang lebih berbahaya adalah bagi kesehatan mental, kenapa? karena jika sesuatu yang begitu ingin kita ungkapan keluar dari dalam diri,namun kita pendam itu,maka di masa mendatang bisa memunculkan keabnormalitasan pada diri kita.
ifonya menambah pengetahuan saia,,,apakah bisa berbagi literatur???,,,thank’s before
ifo’y sangat menarik,,,
dan bagaimana kita mengatasi emosi???
berarti emosi itu adalah suatu tekanan
kemudahan menghinggap pada ahli pikir
kepuasan menghinggap pada ahli syukur
ketegaran menghinggap pada ahli sabar
-ilmu/pengetahuan dan pemahaman yg letakx di bagian kepala
-nafsu adalah suatu dorongan/keinginan yg letak di perut
-emosi adalah suatu tekanan yg letakx di rongga dada
apabila ilmu nafsu dan emosi tidak seimbang maka akn berdampak kesenjangan.
contoh kita di hina otomatis kita marah besar.maka jika kita tidak bisa mengendalikan amarah/tidak sabar maka akal kita tertutup hingga kita bisa memukul si penghina.
oleh sebab itu kita harus mengenali diri kita gar kt bisa mengendlikan diri.kalau kita tidak tahu jati diri kita bagaimana kita akan bisa mengendalikan diri.semoga 3hal d atas secara berangsur bisa mengenali jati diri kita.
watak manusia berbeda beda ya karna ilmu/pengetahuan pemahaman/emosi/nafsu serta keyakinan kita berbeda beda.jadi ilmu,emosi,nafsu keyakinan=watak.kalau mau di jabarkan satu persatu maka amtlah panjang.semoga dg tulisan singkt ni da manfaatx.jika terdapat kesalahan tentulah wajar
bagaimana cara meredam emosi dan kpan emosi itu timbul
aq jd ngrti ap hbungan emosi dg prasaan.
emosi labil itu apa yaa ??