Apakah emosi bisa dikontrol?

emeisEmosi bisa dikontrol. Mengontrol emosi mencakup semua strategi sadar maupun tak sadar yang digunakan untuk meningkatkan, mempertahankan, atau menurunkan satu atau lebih komponen dari respon emosional. Adapun komponen itu adalah perasaan, perilaku, dan respon fisiologis yang terjadi. Jadi, kemampuan pengaturan emosi mencakup kemampuan mengontrol, mengelola, dan memodifikasi pengalaman emosional dan ekspresi emosinya. Emosi bisa secara sengaja dimunculkan. Jika Anda menginginkan emosi damai muncul. Anda bisa melakukannya dengan beragam cara. Bisa dengan melalui meditasi atau relaksasi.

Terdapat beragam cara dalam memanipulasi emosi. Emosi berbeda memerlukan upaya pengaturan yang berbeda. Namun demikian terdapat lima hal pokok dalam proses pengaturan emosi, yaitu :

  1. Menyeleksi situasi. Anda bisa mendekat atau menghindar orang, tempat atau objek tertentu. Misalnya jika Anda marah terhadap kekasih Anda, Anda bisa menghindar darinya. Lalu jika Anda takut tempat gelap, Anda juga bisa menghindarinya. Sedangkan bila Anda merasa senang bertemu kekasih Anda, maka Anda mendekat padanya.
  2. Modifikasi situasi. Anda bisa memodifikasi situasi-situasi yang menimbulkan emosi tertentu. Misalnya memodifikasi suasana menjadi lebih menyenangkan.
  3. Penyebaran perhatian. Anda menyebarkan perhatian Anda pada beberapa hal agar tidak berfokus pada satu hal saja yang menimbulkan emosi. Misalnya jika Anda takut kegelapan, maka perhatian Anda disebarkan ke film komedi yang  ditonton pada saat gelap atau diajak bicara. Jika begitu, maka Anda akan melupakan rasa takut Anda.
  4. Perubahan kognitif. Anda memodifikasi evaluasi yang dibuat terhadap suatu situasi. Misalnya Anda menilai Atik menghina Anda, maka Anda marah. Nah, bila Anda merubah penilaian Anda bahwa Atik hanya bercanda, maka marah Anda akan hilang. Selain itu membuat perbandingan sosial yang lebih rendah. Misalnya Anda berpikir bahwa si dia lebih buruk daripada Anda sehingga Anda tidak lagi iri hati.
  5. Modifikasi respon. Anda memodifikasi respon emosi Anda. Pada umumnya yang dipikirkan orang mengenai pengaturan emosi adalah pengaturan respon ini. Pernahkah Anda berpura-pura sedih? Pada saat ada upacara pemakaman, meskipun Anda bahagia, Anda biasa untuk menunjukkan ekspresi sedih. Secara sosial Anda memang diharapkan untuk bersedih.
Beri Komentar