Apakah Numerologi bisa dipercaya?
Anda tahu numerologi? Ini adalah sistem yang menggunakan nama dan tanggal lahir untuk mengungkapkan kepribadian dan untuk meramalkan masa depan. Jika Anda diminta seseorang untuk menyebutkan nama Anda dan tanggal lahir Anda, lantas Anda diramal, maka itulah praktek numerologi. Belakangan, setidaknya pada bulan April 2008 saat artikel ini ditulis, berbagai stasiun televisi nasional menayangkan secara vulgar perihal numerologi ini. Dalam tayangan itu, Anda diminta untuk mengirimkan nama dan tanggal lahir Anda melalui sandek (pesan pendek) atau SMS ke nomor tertentu dengan tarif tertentu, lantas Anda akan dikirimi SMS balasan berupa ramalan, yang dikatakan sebagai “khusus” untuk Anda yang dibuat oleh seseorang yang “khusus” pula.
Televisi tidak sendirian menayangkan sistem numerologi. Berbagai media massa lain, seperti majalah dan koran (terutama yang terkait dengan supranatural) juga tidak ketinggalan menyediakan ruang khusus bagi sistem ini. Demikian juga buku-buku numerologi, seperti misalnya “Rahasia Tanggal Lahir”, “Rahasia Dibalik Nama”, banyak bertebaran dan laris manis di serap pasar. Praktek-praktek yang dijalankan oleh paranormal biasanya juga menyediakan jasa numerologi selain jasa pembacaan garis tangan. Hal ini menunjukkan bahwa numerologi sangat populer dan sangat digemari di tengah masyarakat.
Pertanyaannya, apakah Anda bisa mempercayainya?
Numerologi sudah tua sekali umurnya, sedini masa peradaban manusia yang maju pertama kali muncul di bumi. Sejak masa Mesopotamia Kuno, Yunani Kuno, Romawi Kuno sampai kehidupan kontemporer saat ini, numerologi terus dipercayai banyak orang. Orang Romawi Kuno memiliki ungkapan terkenal dalam hal ini, yakni “nomen est omen” yang artinya “nama adalah takdir.” Mereka percaya bahwa nama yang diberikan akan menentukan takdir kehidupan penyandangnya.
Dasar pemikiran numerologi sederhana, yakni bahwa setiap materi memiliki angka yang dengan sendirinya ada pada dirinya. Sebagai salah satu materi, maka manusia pun dipercaya memiliki angka-angkanya sendiri. Anggap saja Anda memiliki angka 6, saya memiliki angka 7, tetangga Anda memiliki angka 13, dan seterusnya. Nah, angka-angka itu dipercaya menentukan tipe kepribadian dan mempengaruhi takdir seseorang.
Bagaimana mengetahui angka milik Anda? Numerolog punya metodenya. Mereka menganalisa nama dan tanggal lahir Anda. Bagi mereka, setiap nama bisa direduksi dalam angka-angka. Caranya sangat beragam. Salah satu caranya adalah mengasosiasikan huruf tertentu dengan angka tertentu (mereka memiliki panduannya!). Katakanlah nama Anda adalah ARIF. Dalam salah satu panduan numerologi, sebutlah A diberi angka 1, R diberi angka 7, I diberi angka 5, dan F diberi angka 9. Maka nilai Anda adalah 1+7+5+9=22. Ada sebagian metode yang begitu saja akan menetapkan angka Anda adalah 22. Akan tetapi pada metode lainnya, angka itu masih harus saling ditambahkan agar bisa mencapai angka tunggal, yakni 2+2=4. Cara lainnya adalah menghitung jumlah huruf dalam nama Anda. Jika nama Anda ARIF, maka angka Anda adalah 4. Di luar itu masih banyak ragam metode menentukan angka yang satu sama lain kadang tidak koheren. Sebagai contoh, nama “HATAKE” mengandung angka 6 (karena ada 6 huruf) yang merepresentasikan harmoni. Oleh karena berangka 6, maka nama itu dalam salah satu buku numerologi bermakna “stabil, penuh belas kasih, artistik, halus, pencinta,” dan “keras kepala, suka bergunjing, sinis, sombong.” Hm…begitulah!
Tidak hanya dalam mengonversi nama ke angka yang beragam metodenya. Menentukan nama yang dianalisa saja sudah beragam caranya. Ada yang menganalisa nama lengkap. Ada yang menganalisa nama depan saja, nama tengah saja, atau nama panggilan saja. Pendek kata, ada banyak variasi metode numerologi.
Sepakat dengan Robert Needleman, ada beberapa alasan saya meragukan numerologi. Pertama, tidak jelas hubungan antara angka dengan huruf, dan kaitannya dengan kepribadian. Tidak ada satu pun buku numerologi yang dengan jelas bisa menunjukkannya. Pemberian angka itu sewenang-wenang. Artinya, Anda bisa saja membuat sistem numerologi Anda sendiri karena Anda bisa sesuka hati memberikan angka pada setiap huruf. Dan dengan demikian, Anda juga bisa menafsirkan sendiri makna setiap angka sesukanya. Tidak ada standar di sana.
Kedua, sebagai seorang yang mempelajari psikologi di universitas, saya percaya bahwa kepribadian ditentukan oleh beragam faktor, namun bukan oleh angka. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian atau kondisi psikologis manusia adalah gen, hubungan antara orangtua dan anak, hubungan dengan saudara, hubungan dengan teman-teman dan orang lain, faktor lingkungan atau komunitas, trauma yang pernah dialami, dan barangkali urutan kelahiran. Faktor-faktor itulah yang saya percayai membentuk kepribadian seseorang, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi kehidupan di masa depan (tapi tidak untuk meramal seperti layaknya paranormal). Pertanyaannya, bagaimana nama –yang telah direduksi dalam sebuah angka- yang diberikan kepada anak bisa menggabungkan semua faktor itu? Bagaimana sebuah angka bisa menjadi penyimpul karakter dan masa depan seseorang? Semua itu hanya, dan hanya mungkin terjadi jika segala sesuatu dalam hidup ini sudah ditentukan sebelum kita semua terlahir di dunia: tidak ada kehendak bebas, semuanya sudah takdir yang tak bisa diubah. Akan tetapi, saya percaya dengan kehendak bebas. Itu artinya, berdasarkan alasan filosofis, saya harus menolak numerologi.
Bagaimana dengan pengaruh tanggal lahir terhadap kepribadian dan masa depan? Saya pun meragukannya. Jika waktu kelahiran seseorang memberikan pengaruh terhadap kepribadian, maka berarti tidak ada kehendak bebas. Oleh sebab itu, sekali lagi atas dasar filosofis saya meragukannya.
Asumsi yang melandasi perhitungan hari lahir sebagai penentu kepribadian dan nasib adalah anggapan bahwa waktu itu bersifat tidak datar. Setiap hari berbeda maknanya; ada hari baik, ada hari netral, dan ada hari buruk. Akan tetapi saya adalah manusia yang terlahir di abad 20 yang mengadopsi nilai-nilai bahwa waktu adalah datar (sebagaimana yang diajarkan dalam tradisi rasionalisme ilmiah dan ajaran-ajaran agama Abrahamik, yakni Ibrani, Kristiani, dan Islam). Semua hari adalah baik belaka. Antara satu hari dengan hari lainnya tidak ada bedanya. Jadi, atas dasar filosofis yang lain, saya menolak percaya.
Anggaplah tanggal lahir saya 23-3-1982. Nah dari tanggal lahir itu, akan bisa didapatkan angka milik saya. Caranya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah buku numerologi, setiap angka itu ditambahkan terus sampai mendapat angka tunggal. Jadi, 2+3+3+1+9+8+2=28. Lalu 2+8=10. Nah, karena harus di dapat angka tunggal, maka 1+0=1. Itulah angka milik saya, 1. Masalahnya, dalam perhitungan nama, angka saya adalah 8. Dengan kata lain, saya punya dua angka, yakni 1 dan 8. Lantas saya harus menggunakan angka yang mana? Seorang paranormal mengatakan, “Pilih saja salah satu.” Hm….
Bahwa saya meragukan numerologi adalah benar adanya. Namun saya sepakat dengan para numerolog dalam satu hal; yakni bahwa nama mempengaruhi kondisi psikologis penyandangnya, tapi tentu saja dengan landasan filosofis dan sudut pandang yang sama sekali berbeda.
Saat ini, sebagian (kalau bukan sebagian besar) masyarakat mempercayai numerologi. Mereka menerima numerologi begitu saja tanpa kritik apapun. Mereka percaya saja terhadap perhitungan-perhitungan itu. Seolah-olah numerologi diterima sebagai sebuah kebenaran yang sudah begitu adanya. Menurut saya, setidaknya ada tiga hal yang bertanggung jawab terhadap keadaan tersebut. Pertama, numerologi telah berkembang sejak lama dalam sejarah manusia. Dari generasi ke generasi pengetahuan itu diwariskan melalui para pakarnya sehingga seolah-olah numerologi merupakan kebenaran mutlak yang tidak perlu dipertanyakan lagi kebenarannya. Masyarakat pun akhirnya menerimanya begitu saja tanpa mengkritisi.
Kedua, berbagai media secara masif menyebarkan informasi mengenai praktek-praktek numerologi dan mengklaim bahwa praktek-praktek itu benar.
Ketiga, kondisi kejiwaan masyarakat yang fatalistik karena selalu terbelenggu kemiskinan dan kesusahan serta sulit sekali untuk menaikkan standar hidupnya menjadi lebih baik, menyebabkan mereka berpasrah diri dalam keadaannya. Hal tersebut pada akhirnya menumbuh suburkan keyakinan bahwa segala sesuatunya merupakan takdir hidup yang tidak mungkin bisa berubah. Keadaan demikian merupakan lahan basah bagi perkembangan numerologi yang berlandaskan filosofi bahwa tidak ada kehendak bebas di dunia ini; segala sesuatu sudah ditentukan sejak semula.
Nah, Anda masih percaya numerologi?


Takdir adalah Allah yang menentukan, sedangkan Manusia di beri Kuasa Penuh (Kehendak Bebas) utk menentukan Nasibnya sendiri…..Semoga kita bisa mengambil Hikmah yg Baik atas Pengetahuan (Numerologi) tsb, TIDAK utk Menyakininya dan Mengkotakkan Nasib hidup kita pada apa yg Dikatakan dlm Metode Numerologi…..
Hi, sy dari Malaysia. Numerologi ini luas. Anda ambil jurusan psikologi di universitas.Good. Then maybe u r quite familiar with ‘personality measurement’. Dalam bahasa melayu, pengukuran personaliti. Kami studet dalam bidang kaunseling gelarkannya sebagai inventori pengukuran personaliti. Pandangan saya, numerologi boleh menjadi salah satu daripada inventori pengukuran tersebut. Why?? Buktinya, lazimnya pembacaan numerologi adalah di sekitar 80-90% ketepatannya. (bersambung lagi jika anda berminat – hubungi sy di email, lets chat and discus it deeply )
Soal personaliti yang anda kaitkan dengan ‘biologi’ seperti genetik dan sebagainya adalah benar. Tapi, pernahkan anda dengar..nombor yang dikira dan berada dalam kerangka kiraan ulang tahun kelahiran anda tersebut mewakil genetik anda?! Jika tidak..please..learn more about numerologi.
Terdapat perlbagai jenis dan kategori nombor yang boleh dikira dalam numerologi. dan pelbagai metod yang ada. Ianya adalah SAMA seperti INVENTORI PENGUKURAN PERSONALITI yang digunakan dalam bidang KAUNSELING DAN PSIKOLOGI. Nah, apa hujah anda di sini.? Numerologi adalah ilmu yang melibatkan simbolik. Ianya disimpulkan dalam numerik (nombor)- suatu simbolik. APa yang pasti, kebenarannya adalah 80-90%. Even INVENTORI PERSONALITI yang digunapakai oleh pakar psikologi mahupun kKAUNSELOR PRO juga tidak tepat 100%. Nah, apa bezanya? apa hujah anda di sini?
Saya tak kata anda salah. Dan tidak jua mengatakan saya benar. Tapi x mengapa. Kita berkongsi pengetahuan. LEts us see the rational. Contact me for more info. I’m interested with someone like u.
razin_azin@yahoo.com add me at yahoo msn if u got one. or find me in facebook (razin razin jgk)
Tidak ada kebenaran yang hakiki kecuali milik Allah, juga tidak salah kita ingin mengetahui sesuatu hal yang berkenaan dengan keberuntungan dimasa depan kita. mungkin salah satu metode alat untuk mengetahui keberuntungan kita dimasa depan adalah dengan metode numerologi. dengan metode numerologi sebagian makna nama kita dapat diketahui. dan kita tahu nama adalah doa. coba bayangkan kalau nama kita mempunyai makna keberuntungan yang sedikit. dan coba bayangkan juga seandainya nama kita mempunyai makna keberuntungan yang banyak. tentu dari keduanya itu ada perbedaan yang sangat jelas. mana yang kita pilih. Doa adalah permintaan kita kepada Tuhan YME.dan Firman Tuhan setiap orang yang berdoa dengan bersungguh-sungguh pasti Aku kabulkan. berapa banyak orang memanggil nama kita setiap hari. coba bayang kalau nama itu adalah doa. berapa banyak orang mendoakan kita setiap hari. maukah kita didoakan, menjadi orang yang sedikit keberuntungannya, atau orang yang banyak mempunyai keberuntungannya. Lebih baik kita mengetahui makna suatu nama, dari pada tidak mengetahuinya sama sekali. Semoga Tuhan Yang Maha Esa Menjadikan kita orang yang banyak mempunyai keberuntungan. baik keberuntungan didunia maupun keberuntungan diakhirat nanti.
“Sesungguhnya Allah menyukai angka yang ganjil”, “Malam laitul qadr turun dimalam terakhir pada bulan ramadhan dan berada di malam yang ganjil” dan masih banyak lagi mengenai makna dan peluang manusia mendapatkan hidayah (petunjuk) dalam memperbaiki diri menjadi baik.
Numerologi itu adalah ilmu benar karena ada informasi dari sumber kebenaran (Alquran dan Hadist) bagi kami umat islam sangat terbiasa untuk beriman dengan pemahaman dan peyakinan angka, bahkan jumlah rakaat dalam shola setiap waktu berbeda, dan setiap perbedaan memiliki bobot perubahan mindset dan spirit yang berbeda-beda.
Tinggal pembingkaian penerimaan saja yang membuatnya berbeda-beda. Hanya orang yg malas tidak mau bekerja keras yg mengharapkan keberuntungan dari angka yang tidak di benarkan.
email :ali_syehan@yahoo.com
facebook : Ali Syehan CHt
Numerologi bagi saya adalah sumber inspirasi, salah memang jika kita menganggap hasil bacaan numerologi sebagai suatu gambaran pasti sebuah alur kehidupan. Tetapi jika hasil numerologi kita jadikan salah satu dari sekian banyak sumber motivasi, kenapa tidak. Hal positifnya kita jadikan penyemangat hidup untuk meraih yang lebih baik, dan hal negatif kita jadikan alat untuk instropeksi diri sehingga kita bisa membangun diri menjadi lebih positif. Dalam posisi demikian saya yakin anda setuju. balan di e-mail saya (adi_ngj@yahoo.co.id)
Numerologi..wow,menarik.
Sayapun sedang mempelajarinya,yah sejauh ini masih ‘50-50′ keakurasiannya.Tidak ada tolok ukur yg pasti kecuali kita memanfaatkannya untuk hal-hal positif,seperti;’mengantisipasi hal-hal yg tdk kita inginkan,belajar memperbaiki diri dari perilaku2 buruk,dan memahami personality secara lebih luas. Singkatnya sebagai Ilmu,numerologi masih layak untuk dikaji.
Selamat Mengkaji Numerologi moga manfaat…Amin.