Apakah Sosial?

crowdedpooljapanApakah arti sosial?

Sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain. Kehadiran itu bisa nyata Anda lihat dan Anda rasakan, namun juga bisa hanya dalam bentuk imajinasi. Setiap Anda bertemu orang meskipun hanya melihat atau mendengarnya saja, itu termasuk situasi sosial. Begitu juga ketika Anda sedang menelpon, atau chatting (ngobrol) melalui internet. Pun bahkan setiap kali Anda membayangkan adanya orang lain, misalkan melamunkan pacar, mengingat ibu bapa, menulis surat pada teman, membayangkan bermain sepakbola bersama, mengenang tingkah laku buruk di depan orang, semuanya itu termasuk sosial.

Sekarang, coba Anda ingat-ingat situasi dimana Anda betul-betul sendirian. Pada saat itu Anda tidak sedang dalam pengaruh siapapun. Bisa dipastikan Anda akan mengalami kesulitan menemukan situasinya. Jadi, memang benar kata Aristoteles, sang filsuf Yunani, tatkala mengatakan bahwa manusia adalah mahluk sosial, karena hampir semua aspek kehidupan manusia berada dalam situasi sosial.

Apakah perilaku sosial?

Perilaku sosial artinya perilaku yang terjadi dalam situasi sosial, yakni bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak karena kehadiran orang lain. Pertama, berpikir dalam situasi sosial. Apa yang Anda pikirkan ketika bertemu seseorang bertubuh tinggi besar, brewokan, berkulit hitam legam, bermantel tebal? Apa yang Anda pikirkan saat kekasih Anda mengingkari janji? Apa yang Anda pikirkan saat teman Anda mendapatkan promosi kenaikan jabatan? Apapun yang ada dalam benak Anda , Anda pasti memikirkan!

Kedua, merasa dalam situasi sosial. Harus diakui, sebagian besar situasi sosial melibatkan perasaan. Coba Anda bayangkan kembali perasaan Anda saat berada dalam situasi sosial tertentu. Apa yang Anda rasakan saat membayangkan sang kekasih? Apa yang Anda rasakan saat menyaksikan pembunuhan sadis? Apa yang Anda rasakan saat bertemu dengan orang yang pernah mencelakai Anda?

Ketiga, bertindak dalam situasi sosial. Inilah langkah konkret Anda yang bisa dilihat orang lain dalam situasi sosial. Mungkin Anda menolong orang yang jatuh dari sepeda motor. Mungkin Anda mengajak bersalaman dan berkenalan dengan orang yang baru Anda temui. Mungkin Anda memaki orang yang menyusahkan Anda. Mungkin Anda menyebarkan kebohongan. Mungkin Anda mendatangi undangan pernikahan, atau yang lainnya. Sangat beragam bentuk-bentuk tindakan sosial manusia.

Apakah situasi-situasi sosial manusia?

Apa yang dimaksud sosial telah dibahas diatas, yakni adanya kehadiran orang lain baik secara nyata maupun imajiner. Jika lebih diperinci, maka terdapat sekurangnya empat bentuk situasi sosial. Pertama, adanya kehadiran orang lain yang dapat diindera namun tanpa interaksi. Misalnya Anda pergi ke perpustakaan. Di sana duduk seseorang yang sedang membaca sendirian. Pada saat itu tidak ada interaksi apapun. Si dia bahkan mungkin tidak menyadari kalau Anda ada di sana. Namun sepanjang Anda menyadari kehadirannya, maka itu disebut situasi sosial karena kehadiran orang itu secara otomatis telah mempengaruhi Anda. Sebelumnya Anda merasa sendirian, lalu Anda tidak lagi merasa sendirian. Boleh jadi Anda juga membuat penilaian tentangnya berdasarkan penampilannya. Mungkin Anda menilainya kutu buku jika berkacamata tebal dan tekun di depan buku.

Banyak situasi sosial terjadi tanpa interaksi seperti diatas, namun pengaruhnya nyata bagi Anda. Anda melihat orang naik mobil ngebut di jalan raya, Anda lantas memaki dalam hati. Anda melihat pengemis di kejauhan, Anda lantas merasa kasihan padanya. Anda mendengar ada suami istri bertengkar dijalan, lantas Anda menyimpulkan mereka bukan pasangan berbahagia.

Kedua, adanya kehadiran orang lain yang dapat diindera dan ada interaksi dengannya. Istilah lainnya adalah interaksi sosial. Misalnya Anda saling melambaikan tangan atau mengklakson pada seseorang yang naik motor berplat daerah sama. Anda mengobrol bersama orang lain. Anda bermain sepak bola bersama tim. Anda menghadiri pesta, dan lainnya. Umumnya orang menganggap yang dimaksud situasi sosial adalah hanya interaksi sosial ini, meski tentu saja interaksi sosial hanyalah bagian dari situasi sosial.

Ketiga, imajinasi akan adanya kehadiran orang lain. Termasuk dalam tipe ini adalah jika Anda melamunkan kekasih, membayangkan sedang berada di rumah bersama saudara, atau mengingat kenangan-kenangan Anda bersama seseorang atau kelompok orang. Pendek kata, semua lamunan, khayalan dan ingatan tentang orang lain yang mempengaruhi Anda tercakup di dalamnya.

Bagaimana dengan mimpi? Dalam mimpi seseorang mengingat atau mengkhayalkan seseorang. Namun demikian, mimpi tidak bisa dimasukkan dalam kategori sosial karena merupakan keadaan tidak sadar. Anda tidak bisa memprogram untuk mimpi persis seperti yang Anda inginkan layaknya memutar video.

Keempat, adanya kehadiran orang lain melalui media tertentu yang Anda ketahui dan kehadirannya mempengaruhi Anda. Misalnya Anda membaca surat dari ayah Anda, lantas Anda menangis. Anda melihat berita pesawat garuda terbakar hebat di Jogja, lalu berpendapat naik pesawat tidak aman. Anda mendengar berita pemerkosaan lantas Anda mengira-ngira pelakunya. Anda membaca di koran bahwa Dewi Yul bercerai, lantas Anda menduga-duga sebabnya. Banyak sekali situasi sosial terjadi dalam tipe ini.

Apakah yang dimaksud interaksi sosial?

Interaksi sosial adalah keadaan dimana seseorang melakukan hubungan saling berbalas respon dengan orang lain. Aktivitas interaksinya beragam, mulai dari saling melempar senyum, saling melambaikan tangan dan berjabat tangan, mengobrol, sampai bersaing dalam olahraga. Termasuk dalam interaksi sosial adalah chatting di internet dan bertelepon atau saling sms karena ada balas respon antara minimal dua orang di dalamnya.

Berdasarkan sifat interaksi antara pelakunya, interaksi sosial dibedakan menjadi dua, yakni interaksi yang bersifat akrab atau pribadi dan interaksi yang bersifat non-personal atau tidak akrab. Dalam interaksi sosial akrab terdapat derajat keakraban yang tinggi dan adanya ikatan erat antar pelakunya. Hal itu mencakup interaksi antara orangtua dan anaknya yang saling menyayangi, interaksi antara sepasang kekasih, interaksi antara suami dengan istri, atau interaksi antar teman dekat dan saudara.

Sebagian besar interaksi sosial manusia adalah interaksi sosial tidak akrab. Umumnya interaksi dalam situasi kerja adalah interaksi tidak akrab. Termasuk juga ketika Anda mengobrol dengan orang yang baru saja Anda kenal, interaksi antar sesama penonton sepakbola di stadion, interaksi dalam wawancara kerja, interaksi antara penjual dan pembeli, dan sebagainya.

Apakah kognisi atau pikiran sosial itu?

Kognisi sosial atau pikiran sosial adalah proses berpikir yang dilakukan seseorang untuk memahami dirinya sendiri dan orang lain. Misalnya Anda melakukan penilaian terhadap orang yang barusan Anda temui. Mungkin Anda berpikir “ia orang baik”, atau “ia marah”, atau “ia sok tahu”. Termasuk dalam kognisi sosial adalah upaya Anda untuk menjelaskan diri Anda sendiri, misalnya “saya hebat”, “saya pecundang”, “saya gagal”, atau “saya jelek.”

Proses berpikir dalam kognisi sosial mencakup bagaimana seorang individu melakukan interpretasi (penafsiran), menganalisa, mengingat, dan menggunakan informasi tentang dunia sosial yang dialaminya. Begitu Anda merasakan kehadiran orang lain, pada saat itulah proses kognisi sosial dialami. Mula-mula Anda akan mengidentifikasinya; apakah ia perempuan atau laki-laki, apakah ia anak-anak, remaja, atau orang tua, apakah ia kecil atau besar, apakah ia cantik atau jelek. Begitu seterusnya.  Dari penampilannya saja, Anda sudah bisa melakukan banyak interpretasi tentang orang itu.

Anda mungkin ingat, Anda pernah bertemu dengan orang yang mirip dengannya. Maka mungkin Anda mengira mereka bersaudara atau setidaknya satu suku. Karena ia banyak senyum, Anda menyimpulkan orang itu ramah. Lalu karena Anda mengira orang itu menyenangkan, maka Anda mendekatinya untuk berkenalan. Setelah Anda ngobrol sedikit, Anda menyimpulkan orang itu enak diajak bicara atau tidak, orang itu menarik atau tidak dan seterusnya. Pendek kata, apapun proses berpikir yang Anda lakukan jika berkaitan dengan dunia sosial adalah kognisi sosial.

Secara garis besar ada dua bentuk pemahaman dalam kognisi sosial, yakni memahami orang lain (persepsi sosial) dan memahami diri (persepsi diri). Pertama, persepsi sosial. Setidaknya ada dua aspek dalam persepsi sosial, yakni memahami perasaan, mood dan emosi yang sedang dialami orang lain, dan memahami sebab-sebab perilaku orang lain, baik sifat, niat maupun motivasinya (dikenal dengan istilah atribusi). Kedua, persepsi diri. Anda mengamati diri Anda sendiri. Anda subjek sekaligus objek. Anda menyimpulkan Anda jelek atau cantik, Anda pintar atau bodoh, Anda sukses atau gagal adalah bagian dari persepsi diri.

Beri Komentar