Beberapa keadaan terkait psi

aleredKondisi kesadaran berubah

Kondisi kesadaran berubah atau disebut altered states of consiousness dalam bahasa inggris, adalah kondisi yang oleh para ahli disebut sebagai keadaan dimana kekuatan psi mungkin bekerja jauh lebih baik. Kondisi kesadaran berubah mencakup bermimpi, hipnosis, trans (trance), meditasi, hipnagogik, dan lainnya.

Bermimpi, Anda tahu, adalah keadaan dimana Anda hanya memiliki sangat sedikit perhatian terhadap dunia luar. Terkadang, ada orang yang mengklaim mengalami mimpi-mimpi berupa prekognisi atau peramalan akan masa depan.             Kadangkala, ada juga yang merasa melihat sesuatu yang tidak pernah dilihatnya. Ternyata, itu adalah bangunan kuno di dalam tanah yang belum digali.

Keadaan hipnagogik, atau disebut juga hipnopompik, adalah keadaan peralihan dari keadaan jaga ke keadaan tidur. Dalam kondisi itu, seseorang mulai menurun kesadarannya akan dunia luar. Tubuhnya mulai relaks. Kondisi ini bisa membuat seseorang lebih mampu mengalami psi.

Meditasi adalah istilah untuk teknik mencapai keadaan kesadaran berubah melalui berbagai teknik. Meditasi menghasilkan kondisi yang relaks dan perasaan damai. Dalam kondisi tersebut, kemampuan psi seseorang bisa muncul. Salah satu teknik meditasi, yakni yoga, dipercaya merupakan teknik yang bermanfaat untuk bisa mengalami fenomena psi.

Hipnotis

Hipnotis adalah suatu keadaan semacam tidur namun masih dapat memberikan perhatian pada suatu hal dan sangat mudah disugesti. Orang yang ahli bisa menghipnotis orang lain, sebagaimana sering ditunjukkan dalam pertunjukan di televisi oleh Tomy Rafael atau Dedy Corbuzier. Dengan teknik tertentu, mereka bisa mensugesti seseorang untuk bertindak sesuatu, tanpa orang itu sendiri menyadari apa yang dilakukannya. Hipnotis terkadang juga dilakukan oleh ahli terapi psikoanalisa untuk menyembuhkan pasien gangguan jiwa.

Diketahui bahwasanya dalam kondisi hipnotis bisa terjadi fenomena persepsi ekstra sensorik atau indera keenam. Dalam eksperimen di laboratorium, mereka yang dihipnotis memiliki performa lebih baik dalam tes uji clairvoyance, telepati mapun perkognisi. Mengapa hal tersebut terjadi masih belum jelas hingga saat ini. Namun, mungkin saja dalam kondisi terhipnotis, seseorang sedang dalam keadaan sangat relaks atau santai sehingga lebih mungkin memunculkan psi. Selain itu, dalam kondisi hipnotis, seseorang lebih sedikit mengalami gangguan dari pikiran atau dari sensasi fisik yang datang. Orang yang terhipnotis juga sangat mudah disugesti. Jadi, mereka bisa didorong untuk percaya diri akan kemampuan psinya dan menghilangkan ketakutan (diketahui bahwa rasa takut dalam kondisi normal akan mengganggu kemampuan indera keenam).

Jadi, baik faktor fisiologis maupun psikologis ikut berperan menambah performa mereka dalam tes uji indera keenam. Bisa karena dalam kondisi sangat relaks atau sangat santai, dan atau karena disugesti oleh penghipnotis.

Efek percaya dan tidak percaya (The Sheep – Goat Effect)

Dalam parapsikologi dikenal istilah sheep-goat effect. Jika diterjemahkan secara literer ke dalam bahasa indonesia, maka akan menjadi efek domba-kambing. Namun, makna sebenarnya adalah efek percaya dan tidak percaya. Secara sederhana, jika Anda percaya bahwa Anda memiliki kekuatan psi, maka Anda akan lebih mampu melakukannya ketimbang mereka yang tidak percaya.

Penelian tentang hal tersebut dilakukan pertama kali oleh Profesor Gertrude Schmeidler, dari City University ogf New York, Amerika Serikat. Ia membuat kuisioner untuk mengetahui keyakinan mahasiswa tentang psi. Sheep (domba), digunakan sebagai istilah untuk mereka yang percaya bahwa psi adalah realitas nyata. Goat (kambing) digunakan sebagai istilah untuk mereka yang ragu keberadaan psi dalam sebuah tes. Setelah mengisi kuisinoner, ia memberikan tes psi klasik, yakni kartu ESP kepada mahasiswa. Hasilnya, mereka yang percaya (sheep atau domba) memiliki hasil jauh lebih baik daripada mereka yang tidak percaya (goat atau kambing).

Anda, seperti semua orang lain, cenderung untuk hanya memilih informasi yang sesuai dengan yang diyakini serta menghindari dari informasi yang tidak sesuai. Jika Anda tidak percaya tentang psi, maka mungkin Anda mengabaikan semua informasi yang mungkin merupakan fenomena psi. Sebaliknya, jika Anda percaya psi, maka setiap informasi yang mungkin ada kaitannya dengan psi akan Anda perhatikan. Bahkan, kepercayaan itu juga bisa membuat Anda mengalami fenomena psi.

Intinya, jika Anda percaya psi, maka Anda lebih mungkin mengalami fenomena psi.

Beri Komentar