Kecerdasan buatan

artintellSecerdas-cerdasnya robot yang ada hari ini, kapasitasnya masih jauh dari kecerdasan manusia. Akan tetapi penelitian terus berjalan. Dalam beberapa dekade mendatang, bisa saja tercipta robot dengan kecerdasan menyamai kecerdasan manusia. Hans Moravec, salah seorang pionir penciptaan robot cerdas yang mendirikan salah satu pusat studi robot paling bergengsi di dunia di Carnegie Melon University, meyakini bahwa pada tahun 2040, robot akan menyamai kecerdasan manusia, dan setelahnya akan lebih baik ketimbang apa yang dimiliki manusia. Dimungkinkan, robot juga akan memiliki kesadaran (consciousness) seperti laiknya kesadaran yang dimiliki manusia. Kemudian robot akan berkolaborasi dengan manusia membentuk “android’ atau “humanoid” atau “manusia-robot”, di mana seluruh tubuh dan fisiknya adalah robot tapi memiliki kecerdasan dan kesadaran seperti halnya manusia biasa. Bentuk penampakan fisiknya pun akan persis sama dengan bentuk penampakan fisik manusia biasa tapi di dalam tubuhnya adalah mesin.

Marvin Minsky, ilmuwan terkemuka dari MIT dalam bidang kecerdasan buatan (artificial-intelligence) juga yakin bahwa manusia akan mampu mengunduh otak mereka ke dalam komputer sepenuhnya. Dengan kata lain, Anda akan bisa terdiri dari dua entitas yang keduanya sama-sama diri Anda. Salah satunya adalah Anda dengan tubuh biologis Anda yang bisa mati. Yang lain adalah diri Anda dalam bentuk komputer yang bisa hidup abadi. Komputer itu bisa ditransformasi menjadi robot bertubuh persis manusia. Dengan jalan itulah manusia bisa hidup selamanya. Tidak ada lagi istilah kematian.

Kondisi di atas membawa dua implikasi penting; apakah itu artinya akhir dari era manusia (human being) atau dimulainya tahapan evolusi kehidupan berikutnya di mana manusia digantikan perannya oleh manusia-robot? Sudah tentu itu semua tergantung dari cara Anda melihatnya. Apabila kita mendefinisikan manusia sebagai makhluk biologis yang hidup (konsekuensinya akan mati pada umur tertentu) serta bisa menghasilkan keturunan melalui perkawinan, maka sudah pasti era manusia memang berakhir seiring digantinya manusia dengan android yang berpikir dan berkesadaran seperti manusia. Tapi jika definisi manusia hanyalah soal kesadarannya, maka sebenarnya manusia tidak berakhir ketika android mengambil alih. Hanya tubuh manusia yang berubah bentuk, tapi toh kesadarannya tidak.

Proses menuju terciptanya robot dengan kecerdasan dan kesadaran seperti manusia akan sangat panjang. Meskipun ada yang meyakini prosesnya bisa terjadi pada abad 21, namun banyak yang meragukannya, dan menganggap bahwa baru beberapa abad mendatang hal tersebut dimungkinkan terjadi. Yang pasti langkah-langkah besar menuju ke sana terus terjadi dari waktu ke waktu. Salah satu langkah besar proses itu adalah penciptaan superkomputer. Pada tahun 2008, salah satu laboratorium ilmiah milik Amerika Serikat di Los Alamos, berhasil mengoperasikan superkomputer terbesar dan terkuat di dunia, yang disebut “roadrunner”. Komputer tersebut mampu mengolah data 1,144 petaflop per detik. Secara rata-rata kecepatannya adalah 1 petaflop per detik atau 1 quadrillion alias sejuta miliar kalkukasi per detik. Itu setara dengan komputasional yang terjadi di otak manusia. Dengan kata lain, apa yang dilakukan kognitif manusia juga bisa dilakukan oleh roadrunner. Misalnya mengidentifikasi teman di antara kerumunan orang, yang bisa dilakukan sangat cepat oleh kita, akan juga bisa dilakukan oleh roadrunner.

Roadrunner memang menciptakan revolusi. Akan tetapi superkomputer tersebut tetap belum mampu menyamai otak manusia dalam hal pemanfaatan energi. Otak manusia mampu memanfaatkan energi secara efisien. Dengan sejumlah kecil energi, otak mampu melakukan beragam tugas rumit. Roadrunner sebaliknya, untuk sekedar bekerja dengan baik, dia memerlukan sejumlah besar energi. Bagaimanapun, roadrunner adalah langkah besar menuju era baru komputasional yang melebihi atau setidak-tidaknya menyamai kemampuan otak manusia.

Studi menciptakan kecerdasan seperti kecerdasan manusia dilakukan oleh para ilmuwan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di berbagai laboratorium di seluruh dunia. Pada prinsipnya, para ilmuwan AI berupaya menciptakan mesin yang cerdas. Salah satu hasil kerja ilmuwan AI yang paling menggemparkan adalah penciptaan komputer Deep Blue yang diadu melawan juara dunia catur, Gary Kasparov. Hasilnya, sang Deep Blue berhasil mengalahkan Kasparov yang dianggap salah satu legenda catur terbesar yang pernah ada. Kenyataan itu menghentak semua orang karena menyadari bahwa AI adalah nyata dan AI bisa melampaui kecerdasan alamiah manusia.

Raymond Kurzweil, seorang futuris dan ilmuwan komputer terkemuka meyakini bahwa pada tahun 2045, sebuah mesin cerdas yang menyamai manusia akan tercipta. Akan tetapi itu bukan perkara mudah. Agar sebuah mesin menyamai manusia, mesin itu harus jiplakan manusia sepenuhnya. Tidak hanya memiliki kecepatan komputasional seperti otak sehingga mampu berpikir seperti manusia, sang mesin juga harus memiliki berbagai karakter lainnya. Sayangnya, memadukan berbagai karakter dalam sebuah mesin adalah pekerjaan maha rumit dengan kompleksitas sangat tinggi. Oleh sebab itu, banyak juga yang yakin bahwa ramalan itu mungkin meleset.

Berikut adalah beberapa karakter yang harus dimiliki oleh mesin cerdas yang bisa mendekati kemampuan manusia.

  • Deduksi, penalaran dan pemecahan masalah.
  • Representasi pengetahuan atau memahami segala yang ada di dunia. Ini merupakan tema utama para peneliti AI.
  • Perencanaan
  • Belajar
  • Berbahasa secara alamiah
  • Melakukan pergerakan dan manipulasi. Termasuk di dalamnya adalah navigasi berupa lokalisasi (tahu dimana berada), pemetaan (belajar hal-hal yang ada di sekelilingnya), dan merencanakan gerakan (tahu bagaimana mencapai sebuah tempat).
  • Persepsi
  • Kecerdasan sosial (emosi dan keterampilan sosial)
  • Kreativitas
  • Kecerdasan pada umumnya. Karakter terakhir ini adalah gabungan semua kecerdasan di atas dan merupakan karakter manusia.

Untuk menyamai manusia sepenuhnya, penyamaan atau melampaui kecerdasan manusia belumlah cukup. Diperlukan juga pembentukan kesadaran buatan (artificial consciousness). Dipercaya prosesnya akan lebih sulit, tetapi tidak akan berbeda jauh dengan pembentukan kecerdasan buatan. Jika hal tersebut sudah bisa dilakukan, maka robot akan bisa melampaui umat manusia.  Para robot pun akan bisa mencipta sebagai mana manusia. Alhasil mereka akan mampu menciptakan robot-robot yang lebih cerdas lagi.

Kondisi ketika robot memiliki kesadaran seperti manusia dan memiliki kecerdasan yang melampaui manusia akan membawa beberapa kemungkinan. Pertama, manusia akan bertransformasi menjadi robot ketika otaknya diunduh sepenuhnya ke dalam sebuah robot. Akan terbentuk manusia-robot atau cyborg, atau android, atau humanoid yang menjadi manusia masa depan. Tidak akan ada lagi manusia biologi yang bisa mati. Yang ada adalah manusia mesin yang hidupnya tidak dibatasi umur. Manusia, jika masih bisa disebut manusia, akan hidup abadi. Toh, meskipun tubuhnya bukan lagi tubuh biologis makhluk hidup, kesadarannya tetap manusia. Bayangkan diri Anda seperti sekarang ini dengan semua kesadaran yang Anda miliki, dengan semua ingatan, dengan semua kemampuan, dengan semua persepsi, dan dengan semua yang lain yang Anda miliki, tapi dengan tubuh dari mesin, bukan lagi tubuh biologis. Itulah manusia di masa depan.

Kedua, robot akan mengendalikan umat manusia karena kecerdasan manusia di bawah kecerdasan robot. Mungkin akan terjadi situasi seperti saat ini di mana manusia berkuasa atas makhluk lainnya karena manusia lebih cerdas. Bedanya, kelak manusia dikuasai robot karena robot lebih cerdas. Mungkin saja manusia akan diperbudak oleh robot. Dalam sejarah evolusi, hampir muskil ada sebuah masyarakat dengan penguasa ganda. Yang ada, yang paling cerdas atau yang paling kuatlah yang menjadi penguasa. Apabila agen AI alias robot lebih cerdas ketimbang manusia, maka menjadi wajar jika mereka yang berperan sebagai pengendali.

Ketiga, robot tidak ingin terancam kedudukannya sehingga berupaya melenyapkan umat manusia yang masih terbungkus tubuh biologi. Begitu para agen AI itu memutuskan bahwa umat manusia adalah ancaman karena manusia yang berpotensi menghilangkan eksistensi para robot dari dunia, maka itulah langkah awal pemusnahan manusia oleh para robot.

Catatan:

Artikel ini adalah bagian dari sebuah bab, yang merupakan bagian sebuah buku yang membahas tentang berbagai ancaman yang  mengintai umat manusia di muka bumi. Buku tersebut akan segera diterbitkan pada tahun 2009. Jadi tunggu saja. Artikel ini dipublikasikan atas izin penulisnya.

Beri Komentar