Kisah: Buta

because_Im_a_GirlOleh karena suatu kecelakaan di masa kecilnya, seorang gadis menjadi buta. Dari seorang periang dan asih, sejak itu ia menjadi benci segalanya. Ia membenci dunia: ia benci keadaannya, ia benci orang lain yang dipikirnya selalu mengolok dan merendahkannya. Tapi dia memiliki kekasih yang selalu menemaninya. Kekasih yang sangat  mencintainya itu, bertahun-tahun lamanya telah mendampingi kehidupannya dengan sabar dan cinta. Tak jarang si gadis memaki dan mengusirnya karena dituduh hanya berbelas kasihan saja. Tapi toh dia tak beranjak dari sisinya. Berkali-kali dia mengajak si gadis menikah, dan selalu ditolak. Si gadis merasa dirinya buta dan hanya akan sangat merepotkan kekasihnya itu jika mereka menikah. Seandainya bisa melihat, dia pasti akan menerima lamaran itu. Demikianlah yang selalu jadi alasannya.

Suatu hari, si gadis mendapatkan berita bahagia. Seseorang yang tak mau disebutkan namanya, ingin mendonasikan mata untuknya, agar si gadis bisa kembali melihat dunia yang sejak kecil selalu diimpikannya. Akhirnya, setelah suatu proses operasi yang rumit dan panjang, dokter membuka perban yang menutupi mata barunya. Perlahan, cahaya samar mulai dilihatnya dan terus semakin terang baginya. Dilihatnya seorang berbaju putih tersenyum dan mengucapkan selamat padanya karena telah kembali melihat dunia. Di sampingnya, berdiri seorang pemuda yang tersenyum sangat gembira. Lalu, pemuda itu berkata lembut; “Sekarang kau mendapatkan impianmu melihat dunia, jadi apakah kamu mau menikah denganku?”

Si gadis langsung tahu bahwa itulah kekasihnya yang telah bertahun-tahun menemaninya. Dan dia sangat terkejut, mendapati kalau kekasihnya itu sama butanya dengan dirinya dulu. Tersentak, dia pun terdiam lama. Akhirnya dia berkata: “Maaf, aku tak bisa menikah denganmu. Maafkan aku.”

Pemuda itu tersenyum getir. “Aku mengerti,” ujarnya. Dituntun perawat, dia pun keluar ruangan. Sejak itu mereka tak pernah lagi berjumpa, hingga beberapa bulan kemudian sepucuk surat dari mantan kekasihnya yang buta itu tiba: “Sayangku, aku pergi. Aku tidak akan pernah lagi mengganggumu. Ini terakhir kalinya, aku janji. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa cintaku akan selalu untukmu selamanya. Pintaku, jagalah mata itu, hanya itulah yang membuatku tahu kalau sebagian diriku akan selalu bersama dirimu selamanya.”

 

 

Wajib baca

Kisah-kisah dalam situs ini adalah kisah-kisah yang berhasil dikompilasi dari berbagai sumber yang tersebar di internet. Sebagian kisahnya telah tertulis dalam bahasa Indonesia (pada umumnya kami mengeditnya kembali) dan sebagian besar yang lain masih dalam bahasa inggris (kami menerjemahkannya). Mungkin saja -kisah itu pernah diterbitkan dalam sebuah buku dan ada pemilik hak ciptanya. Sejauh memang itu ada tertulis dari mana sumbernya, maka kami akan menuliskan sumbernya dan kalau perlu meminta izin.  Namun yang terjadi tidak demikian. Sebuah  kisah bisa dimuat dalam beberapa situs yang berbeda. Masalahnya, di setiap situs tidak dicantumkan dari mana kisah itu berasal dan siapa pemilik hak ciptanya. Oleh karena itu, kisah-kisah dalam situs ini pun tidak bisa mencantumkan dari mana sumber kisah-kisahnya. Hanya jika kisah yang ada jelas bersumber dari mana, maka sumber itu pasti akan disebutkan.

Kepada siapa pun Anda yang merasa memiliki hak cipta atas kisah-kisah itu. Maka kami mohon maaf  telah mengutip kisah Anda untuk situs ini. Tidak ada maksud untuk melanggar hak cipta. Publikasi kisah-kisah dalam situs ini ada hanya semata-mata untuk tujuan berbagi, karena sebuah kisah yang menginspirasi kehidupan sebaiknya menjadi milik semua orang. Setidaknya itu yang saya yakini, karena kisah-kisah itu akan memperkaya kehidupan semuanya. Apabila Anda sebagai pemilik hak cipta kisah yang ada dalam situs ini menghendaki untuk menghapus kisah tersebut, maka kirimkan email kepada kami di alamat: psikologi.online@gmail.com, kami akan segera menghapusnya.

Komentar
Beri Komentar