Konsultasi: Anak lelaki memakai pakaian perempuan

Tanya

Anak lelaki saya yang tertua berumur 12 tahun. Dia menyukai memakai baju perempuan. Pertama kali saya mengetahuinya kira2 setahun lalu: diam2 dia memakai baju balet adik perempuannya dan setelah saya menanyakan alasannya, dia bilang itu hanya rasa ingin tahu aja. Kemudian dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi . Akan tetapi, dalam beberapa hari lalu , saya mengetahui kalau ada beberapa rok, pakaian dan celana dalam adik perempuannya hilang dan  ditemukan di lemari anak lelaki tertua saya itu. Setelah ditanyakan, dia mengakui kalau memang diam2 dia yang mengambilnya dan memakainya. Ketika ditanyakan alasan dia melakukannya, dikatakan kalau tdk bisa manahan keinginannya tersebut. Dan seperti sebelumnya dia berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Perlu diketahui kalau anak saya ini tidak menyukai olah raga, belum bisa bersepeda 2 roda, tidak suka lari, tidak bisa bermain sepak bola,  akan tetapi dari cara berbicara , berjalan dll anak saya tdk menunjukkan indikasi seperti kewanitaan. Mohon sarannya apa yang bisa dilakukan , dan sekiranya perlu kosultasi sebaiknya ke mana ?

Dan apakah ini adalah indikasi kelainan seksual ?

Terima kasih

Salam

JAWAB

Ibu yang sedang resah

Jika benar apa yang dikatakan oleh anak ibu yakni: “tdk bisa manahan keinginannya tersebut.” Maka dugaan ibu apakah anak ibu mengalami kelainan seksual sangat beralasan. Perlu pemeriksaan lebih lanjut ke psikolog atau psikiater secara langsung untuk membuktikannya. Namun dugaan awal kami, anak ibu dimungkinkan memiliki kelainan seksual yang disebut transvestic fetisme (transvestic fetishism).

Transvestic fetisme merupakan suatu keadaan seksual yang dialami seseorang (sekurang-kurangnya terjadi dalam 6 bulan terakhir) pada lelaki heteroseksual, yang secara berulang muncul, dan kuat sehingga memunculkan fantasi, dorongan seksual atau perilaku mengenakan pakaian perempuan (cross-dressing). Penderitanya memperoleh kesenangan seksual dengan memakai pakaian perempuan. Dorongannya bisa tiba-tiba muncul dan sulit ditahan.

Akan tetapi, transvestic fetisme baru bisa didiagnosakan apabila fantasi, dorongan seksual, dan perilakunya sudah mengganggu kehidupan penderitanya secara signifikan. Apabila tidak memberikan dampak negatif, maka diagnosa belum bisa diberikan.

Kelainan transvestic fetisme hanya didiagnosa pada laki-laki heteroseksual. Biasanya hasrat seksual muncul dengan membayangkan diri sebagai perempuan saat memakai pakaian perempuan. Para penderita transvestic fetisme biasanya tetap mampu berperan sebagai pasangan yang normal. Oleh karena itu sebagian pihak menganggap bahwa kelainan fetisme bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Mereka menganggap bahwa hal tersebut hanya sebagai variasi dari beragamnya perilaku seksual manusia.

Sejauh yang kami tahu, bila memang benar anak ibu mengalami transvestic fetisme (mohon diingat, ini masih hipotesa awal kami yang bisa saja kurang akurat, dan kami bukan sedang mendiagnosa), maka ada beberapa intervensi psikologi (umumnya menggunakan terapi kognitif-perilaku) maupun psikofarmakologi, yang bisa membantu anak ibu untuk lebih merasa nyaman dengan apa yang dialaminya sehingga tetap menjadi pria yang berbahagia secara seksual meskipun memiliki gejala transvestic fetisme.

Saran kami, kunjungi psikolog atau psikiater terdekat di kota Anda, untuk memastikan apa yang dialami anak ibu sehingga ibu bisa memperoleh diagnose akurat, termasuk kemungkinan terapi yang bisa didapatkan.

Salam

psikologi-online.com