Konsultasi: Membangkitkan semangat
TANYA
Gimana sih caranya membangkitkan semangat dalam diri kita sendiri?
JAWAB
Nggak semangat? Kurang motivasi? Loyo? Males ngapa-ngapain? Sepertinya tidak ada kesenangan yang didapat ketika melakukan sesuatu? Apabila Anda mengalami hal-hal seperti itu, maka Anda perlu membangkitkan semangat dalam diri Anda.
PSIKOLOGI ONLINE dikirimi sebuah pertanyaan yang cukup singkat, “Gimana sih caranya membangkitkan semangat dalam diri kita sendiri?” Si pengirim tampaknya sedang dalam kondisi kurang bersemangat. Tapi semestinya dia pernah merasakan suasana-suasana penuh semangat. Alhasil, ketika sedang tidak bersemangat, dia pun menoleh ke belakang: “Mengapa aku dulu bisa bersemangat dan sekarang tidak? Bagaimana membangkitkan semangatku seperti dulu?”
Apabila kasus Anda seperti itu, maka tips-tips berikut mungkin berguna.
Pertama. Ingatlah detail-detail situasi ketika Anda pernah memiliki semangat. Identifikasi situasi-situasinya dengan detail dan gambarkan hal-hal terkait dengan situasi itu. Berikut sebuah contoh:
- Apakah situasi penuh semangatku? – Sedang mengerjakan proyek kantor membuat perumahan sederhana di jalan X.
- Mengapa aku tahu aku bersemangat? – Saat itu aku bisa lupa waktu mengerjakan apa yang menjadi bagianku. Berangkat pagi, tidak terasa sore tiba-tiba saja sudah datang. Aku begitu fokus dengan pekerjaanku.
- Apa kira-kira yang membuatku bersemangat? – Kurasa, saat itu aku punya pikiran bahwa ini adalah sebuah karya yang nantinya aku harus bisa banggakan. Lalu, aku tahu kalau aku bisa berhasil melakukan ini, aku akan sangat bahagia karena telah melakukan hal-hal yang hebat telah membantu orang lain. Terus, kalau bisa berhasil, aku akan memantapkan karirku. Aku pun merasa bebas melakukan sesuatu karena ini proyekku.
- Apakah pernah hampir patah semangat ketika itu? – Ya. Aku pernah hampir putus asa karena ternyata biaya proyek melambung dari perkiraan akibat adanya pejabat X yang meminta jatah rumah untuk saudaranya. Sudah begitu, bosku pun tidak terlalu suka dengan proyek itu karena dinilai nggak terlalu menguntungkan. Apalagi aku hanya diberi tim kecil untuk melaksanakannya; tepatnya tim kelas dua di kantor. Jadi sepertinya seolah aku memang sudah dianggap mengerjakan proyek gagal.
- Apa yang membuat kembali bersemangat? – Aku sadar aku mempertaruhkan karirku. Aku harus menunjukkan pada semua orang kalau aku mampu. Aku berpikiran ke depan.
- Adakah oranglain yang membuat kamu menjadi bersemangat? – Ya. Istriku selalu mendorongku. Dia selalu bilang aku sedang menabung dengan kerjaku untuk kelak membeli tiket ke surga. Dia bilang kalau pun nilai keuntungannya kecil, sehingga diminta mengurangi kualitas, jangan lakukan karena itu berarti bukan menabung tapi malah berutang.
- Apa yang kamu pikirkan ketika mengingat saat-saat itu kembali? – Aku telah melakukan hal-hal yang luar biasa.
Kedua. Gunakan kerangka pertanyaan yang sama untuk situasi yang Anda alami saat ini, namun menggantikan kata semangat dengan kurang semangat atau sebaliknya. Berikut contohnya berdasarkan kasus di atas:
- Apakah situasi kurang semangatku? – Hampir semua hal yang aku kerjakan, terutama terkait kerja. (Anda harus memerinci sampai detail kegiatan-kegiatan apa saja yang kurang semangat dilakukan).
- Mengapa aku tahu aku aku kurang bersemangat? – Malas berangkat kerja. Saat di pekerjaan aku ingin selalu pulang. Waktu rasanya lambat sekali berjalan. (Anda harus memerinci sampai detail)
- Apa kira-kira yang membuatku kurang bersemangat? – Apa yang kulakukan sepertinya nggak terlalu berarti. Duit nggak akan banyak kuterima. Aku cuma seperti pesuruh saja. Nggak ada ide-ideku sendiri yang bisa kukeluarkan. (Anda harus memerinci sampai detail)
- Apakah pernah hampir bersemangat ketika itu? – Ya. Aku pernah hampir timbul semangatnya ketika menyadari bahwa apabila kita melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, apapun itu, hasilnya pasti memuaskan. Paling tidak akan membuat diri kita bahagia karena telah melakukan sesuatu semampu kita. Waktu itu aku membaca sebuah kata bijak “Tuhan tidak menuntut kita untuk sukses. Dia hanya meminta kita untuk mencoba.” (Anda harus memerinci sampai detail)
- Apa yang membuat kembali kurang berbersemangat? – Aku merasa yang kulakukan hanya hal-hal remeh dan nggak ada nilainya. Mestinya aku melakukan hal-hal yang lebih baik. Aku toh hanya pesuruh saja. Kalaupun proyek ini berhasil, bukan aku yang akan mendapat penghargaan atau nama.
- Adakah oranglain yang membuat kamu menjadi kurang bersemangat? – Ya. Bosku. Dia sepertinya tidak mempercayai kemampuanku.
- Apa yang kamu pikirkan jika kelak mengingat saat-saat ini kembali di masa depan? – Bukan hari-hari yang baik buatku.
Ketiga. Gunakan dua catatan Anda di atas sebagai panduan Anda untuk menjawab pertanyaan: “Apa bedanya dulu dan sekarang?” Berikut contoh berdasarkan kasus.
|
|
Situasi semangat |
Situasi kurang semangat |
| Tanda | Aku fokus dengan pekerjaan. Bisa lupa waktu bekerja. | Aku malas bekerja. Enggan berangkat kerja. |
| Pikiranku | Aku melakukan pekerjaan hebat. Aku harus menunjukkan diriku ke semua orang. Aku bisa membantu orang lain. Pijakan karir ke masa depan. | Aku hanya melakukan hal-hal kecil. Duitnya . tidak akan mendapatkan penghargaan jika berhasil. Aku mestinya melakukan hal-hal yang lebih baik |
| Pendorongku | Mengumpulkan tabungan ke surga | Merasa kurang dipercayai bos |
Keempat. Hasil refleksi Anda sehingga berujud catatan seperti di atas harus diperlakukan sebagai petunjuk Anda dalam menjawab pertanyaan: “Jadi apa yang kurang denganku sekarang?” Daftar apa-apa yang tidak Anda miliki saat ini, dibandingkan dengan apa yang Anda miliki saat anda sedang penuh semangat.
Nah, Anda sudah melakukannya? Jika sudah, maka Anda sudah tahu hal-hal apa saja yang perlu Anda lakukan untuk membangkitkan semangat dalam diri Anda.
Seseorang menjadi penuh semangat didorong oleh berbagai sebab. Beberapa di antaranya adalah:
- Sesuatu yang kita lakukan bermakna buat diri kita. (Dalam contoh: Aku bisa membantu orang lain)
- Sesuatu yang kita lakukan dianggap sebagai sesuatu yang serius (Dalam contoh: Aku melakukan pekerjaan hebat)
- Sesuatu yang kita lakukan dikaitkan dengan tujuan kita (visi hidup kita) di masa depan (dalam contoh: pijakan karir di masa depan).
- Sesuatu yang kita lakukan dikaitkan dengan tujuan yang lebih tinggi dari kehidupan duniawi (Dalam contoh: mengumpulkan tabungan ke surga).
Pada intinya, Anda mesti mengaitkan apa yang Anda lakukan saat ini dengan sesuatu di masa depan yang ingin Anda raih. Yakinilah bahwa hal-hal yang Anda lakukan saat ini, langsung maupun tidak langsung pasti akan mempengaruhi hidup Anda di masa depan. Jadi, pertama-tama, tetapkanlah target-target Anda di masa depan. Buatlah visi hidup Anda, yakni tujuan hidup yang setinggi-tingginya tapi bisa Anda raih, spesifik (sebagai contoh: menjadi kaya itu terlalu umum, tetapi memiliki harta kekayaan sejumlah X, lebih spesifik), serta terukur (Anda tahu apa yang menjadi tanda bahwa visi hidup Anda telah tercapai).
Salam.
psikologi-online.com

