Konsultasi: Pemilihan jurusan
TANYA:
Hallo psikologi online, saya Peter anak remaja berusia 16 tahun. Saat ini, saya bersekolah di SMU Negeri di salah satu kota X. Sekolah saya sangat terkenal karena sekolah saya RSBI yang dimana di kota saya hanya sekolah saya yang bergelar RSBI. Di lingkungan saya, saya terkenal anak yang rajin karena hanya dua orang anak di lingkungan saya saja yang dapat masuk di sekolah itu yaitu saya dan teman saya. Oleh karena itu, saya menjadi kebanggaan kedua orang tua saya. Yang saya permasalahkan, sebentar lagi ada program penjurusan IPA atau IPS. Saya konsultasi dengan kedua orang tua saya, saya harus masuk ke IPA kata mereka. Tetapi, saya melihat dari nilai ulangan harian saya, nilai IPA saya pas-pasan dan nilai IPS saya cukup dibilang bagus. Saya berpikir apakah saya harus masuk IPS? tetapi kedua orang tua saya tidak mengizinkan. Juga saya ingin membanggakan kedua orang tua saya apabila saya dapat masuk IPA karena di sekolah saya, yang paling terkenal adalah jurusan IPA. Juga ada anggapan kalau bersekolah di sekolah saya masuk IPS itu rugi. Saya menjadi bingung karena nanti jika saya masuk IPS, orang tua saya kecewa dan saya merasa tidak enak di lingkungan saya, yang tlah mengecap saya sebagai anak rajin. sedangkan jika saya masuk IPA, saya takut tidak bisa mengikuti dan nilai saya selalu jeblok. Bisakah membantu saya program apa yang saya harus pilih? Tolong bantu saya karena saya tidak dapat berhenti memikirkan hal tersebut.
JAWABAN
Peter di kota X
Salam hangat.
Wah senangnya ya menjadi kebanggaan orangtua. Kami disini juga bangga karena Peter bisa bertanggungjawab dengan masa depan Peter sendiri, buktinya Peter mau mencari tahu mana yang terbaik untuk masa depan Peter. Memang di mata banyak orang, penjurusan IPA lebih tinggi prestisenya dari IPS, maklumlah banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang bergengsi di masyarakat yang mensyaratkan jurusan IPA. Akan tetapi, kesuksesan tidak ditentukan oleh jurusan yang diambil, melainkan oleh seberapa jauh seseorang berkomitmen pada pekerjaannya, minatnya, serta pada kemampuan dan karakter yang dimilikinya. Tidak bisa dilepaskan juga dukungan dari keluarga, karena merekalah yang nantinya akan membiayai Peter jika Peter akan kuliah. Lagi pula, Peter juga akan merasa lebih enak menjalani kehidupan jika tidak bertentangan dengan orangtua, bukan?!
Nah, pertanyaannya, apakah Peter sudah paham benar dengan minat yang Peter miliki, kemampuan yang dipunyai, dan karakter pribadi Peter? Soal minat, tentu Peter yang paling tahu dengan diri Peter sendiri. Soal kemampuan? Peter pun tahu dengan kemampuan Peter sendiri (Nilai Raport tidak selalu bisa menjadi patokan. Lebih penting adalah seberapa jauh Peter merasa enjoy pada sebuah mata pelajaran dan lalu sebarapa jauh merasa mampu menguasainya). Soal karakter pun demikian, Peter-lah orang yang paling tahu dengan semua hal dalam diri Peter. Namun demikian, boleh jadi Peter belum paham benar bagaimana caranya mengetahui semua hal-hal itu dalam diri Peter. Untuk itulah peran psikolog pendidikan, bisa membantu. Peter bisa berkonsultasi dengan mereka dan kemudian memutuskan mana yang terbaik untuk Peter.
Wah, nggak ada psikolog tuh? Tak mengapa. Kami percaya Peter bisa dan sanggup menentukan yang terbaik untuk Peter sendiri. Pertimbangkan saja minat, kemampuan, dan permintaan orangtua. Pertimbangkan juga bahwa lebih banyak pilihan bagi anak IPA untuk kuliah, karena mereka bisa masuk jurusan IPA dan IPS di Perguruan Tinggi. Anak IPS pun sebenarnya bisa masuk jurusan IPA di Perguruan Tinggi, hanya saja butuh usaha lebih keras untuk bisa lolos karena saat SMA belum terbiasa dengan mata pelajaran IPA.
Saran kami, masuk IPA saja. Soal nanti mau masuk ke jurusan sosial, bisa dipilih saat mau kuliah. Boleh jadi kan, saat ini Peter hanya masih bingung dengan minat yang dimiliki. Apalagi orangtua pun menghendaki Peter masuk IPA. Tapi jika Peter memang yakin bahwa dalam hal pelajaran IPA tidak bisa menikmati plus merasa sangat kesulitan menguasai, sebaliknya merasa enak di mata pelajaran IPS, maka IPS bisa dipilih.

