<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kisah: Kopi bergaram</title>
	<atom:link href="http://psikologi-online.com/kopi-bergaram/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://psikologi-online.com/kopi-bergaram</link>
	<description>Situs Psikologi &#38; Seksualitas</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 02:45:51 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Karim Djamudin</title>
		<link>http://psikologi-online.com/kopi-bergaram/comment-page-1#comment-260</link>
		<dc:creator>Karim Djamudin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 06:23:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi-online.com/?p=1137#comment-260</guid>
		<description>Kisah ini sangat bagus. Benar, tidak sedikit kita bisa merawat dan menjaga tali cinta yang pernah kta dapatkan dari seseorang. Meskipun untuk mendapatkan itu kita harus &#039;bermuka dua&#039;. Artinya, sesuatu yang bisa &#039;membuat si dia&#039; tertarik, terkesan, atau apa pun caranya dengan kita kadang-kadang kita melupakannya bahwa yang diraihnya itu sesungguhnya itulah yang terindah. Maka, banyak orang kemudian menjadi menyesal mengapa baru kali ini merasakan indahnya sesuatu yang diraihnya itu manakala sesuatu itu sudah tidak lagi ada di tangan kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini sangat bagus. Benar, tidak sedikit kita bisa merawat dan menjaga tali cinta yang pernah kta dapatkan dari seseorang. Meskipun untuk mendapatkan itu kita harus &#8216;bermuka dua&#8217;. Artinya, sesuatu yang bisa &#8216;membuat si dia&#8217; tertarik, terkesan, atau apa pun caranya dengan kita kadang-kadang kita melupakannya bahwa yang diraihnya itu sesungguhnya itulah yang terindah. Maka, banyak orang kemudian menjadi menyesal mengapa baru kali ini merasakan indahnya sesuatu yang diraihnya itu manakala sesuatu itu sudah tidak lagi ada di tangan kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hera</title>
		<link>http://psikologi-online.com/kopi-bergaram/comment-page-1#comment-247</link>
		<dc:creator>hera</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 09:11:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi-online.com/?p=1137#comment-247</guid>
		<description>saat seseorang jatuh cinta..segala hal akan dilakukan..akan tetepi ketika dia dapat meraihnya tidak sedikit yang merawatnya dan menghargai cinta itu..banyak orang terlalu sempit dalam memandang cinta...tidak memahami esensi dari cinta itu sendiri.kisah ini bener2 bagus.
harus dibaca dan sangat berharag</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saat seseorang jatuh cinta..segala hal akan dilakukan..akan tetepi ketika dia dapat meraihnya tidak sedikit yang merawatnya dan menghargai cinta itu..banyak orang terlalu sempit dalam memandang cinta&#8230;tidak memahami esensi dari cinta itu sendiri.kisah ini bener2 bagus.<br />
harus dibaca dan sangat berharag</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
