<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mencegah Anak Kecanduan TV &amp; Game</title>
	<atom:link href="http://psikologi-online.com/mencegah-anak-kecanduan-tv-game/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://psikologi-online.com/mencegah-anak-kecanduan-tv-game</link>
	<description>Situs Psikologi &#38; Seksualitas</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 04:44:46 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Yusuf Suparno</title>
		<link>http://psikologi-online.com/mencegah-anak-kecanduan-tv-game/comment-page-1#comment-712</link>
		<dc:creator>Yusuf Suparno</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 00:06:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi-online.com/?p=120#comment-712</guid>
		<description>Cara menyembuhkan para pecandu game online.
Unsur yang paling penting adalah niat, kebulatan tekad dan kontrol diri untuk dapat terlepas dari kecanduan game online dan kembali menata kehidupan yang terganggu akibat kecanduan itu.
Setelah ada niat, kita pun perlu mengakui bahwa kita tidak berdaya melawan keingian untuk bermain dan mengakui bahwa hidup kita jadi tidak terarah dan tidak teratur akibat game online itu.
Berdoa, minta pertolongan dan kekuatan Tuhan untuk dapat lepas dari kecanduan ini.
Buatlah daftar alasan mengapa ingin menghentikan kecanduan game on-line. Kita dapat bertanya ke keluarga atau teman dekat untuk membantu kita melengkapi daftar itu. Tempelkan daftar ini di tempat yang mudah dilihat oleh kita untuk membantu menguatkan komitmen kita.
Buatlah rencana kapan kita mau berhenti sepenuhnya. Kontrol diri sangat penting dalam hal ini. Kurangi secara bertahap frekuensi bermain game online.
Tuliskan keuntungan yang dirasakan selama mengurangi dan membatasi bermain game online. Ketika kita kembali bermain tanpa mengenal batas waktu setelah kita berhasil berhenti bermain, bukan berarti rencana kita gagal. Hal itu wajar terjadi. Yang terpenting adalah kita belajar dari pengalaman kita agar hal itu tidak terjadi lagi.
Jujur saja, sangat susah untuk menghentikan kebiasaan bermain game jika sudah masuk ke tahap &quot;Addicted&quot;. Tapi ada yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah prestasi belajarnya terganggu gara-gara game?
2. Apakah dia jadi suka bergadang or bangun telat gara-gara game?
3. Apakah sifatnya menjadi berubah? (Contoh: Suka berbohong, malas, sampai mencuri uang)

Karena ada sebagian orang yang mampu menyeimbangkan antara hak dan kewajibannya. Di satu sisi dia adalah gamer maniak, namun dia tidak mempunyai masalah di bidang prestasi akademik dan yang lainnya.

Kalau gaming sudah mempengaruhi prestasi dan merubah sifatnya, cobalah sharing dengannya mengenai masalah ini (jangan dimarahi, karena itu akan membuatnya semakin down dan akan lari ke game lagi). Kuncinya hanya satu, keterbukaan. Kita tidak bisa menutup mata bahwa fenomena &quot;Online Game&quot; ini sudah masuk dan populer di kalangan anak sekolah. Untuk itu, cobalah browsing di Internet untuk mengetahui informasi mengenai game yang ia mainkan. Karena dengan mengetahui yang ia mainkan akan lebih mudah untuk sharing dengannya.

Satu lagi, kalau anda merasa keahliannya dalam bermain game cukup mahir, kenapa tidak menyalurkan bakatnya tersebut? Banyak turnamen game yang diselenggarakan hampir di setiap kota di Indonesia. Jika dia menang, maka anda telah menemukan bakatnya di bidang game yang awalnya anda pandang negatif. Siapa tahu dia akan menjadi juara nasional, dan membela Indonesia dalam kancah game di dunia Internasional?
Kalo berhenti secara total sih pasti sulit, mungkin adikmu suruh mikir aja dah, buat apa sih hambur hamburin uang hanya untuk karakter game doang? Apakah karakter game itu berguna untuk masa depannya hingga mungkin adek kamu sampe keluar duit buat dandanin tu karakter?
Trus suruh mikir juga emang nyari duit tu gampang apa? Aku yakin adek kamu tuh pasti pintar, cuma jadi males mikir aja gara gara tu game.
Coba kamu ajarin aja disiplin waktu, ada saatnya buat ngegame, dan ada saatnya buat belajar. Jujur, aku tuh termasuk GAMER, tapi aku tu gak sampe pada level &#039;Addict. . !
Kalo pengen nyoba, alihin aja adek kamu dari game online ke game offline, ato kalo gitu ajak nonton film kek ato kegiatan menarik lainnya kaya ngeband, bikin lagu, dll yg dapat mengalihkan kebiasaan maennya.

Moga ngebantu:-)ER, tapi aku tu gak sampe pada level &#039;Addict. . !
Kalo pengen nyoba, alihin aja adek kamu dari game online ke game offline, ato kalo gitu ajak nonton film kek ato kegiatan menarik lainnya kaya ngeband, bikin lagu, dll yg dapat mengalihkan kebiasaan maennya.
Saya pernah menjadi Addict Game Online, jujur saja.. bahkan seminggu bisa habis sampai Rp. 50.000,-

tapi kebiasaan itu sekarang sudah hilang, karena Orang tua saya yang memang melarang keras, dan saya menyadari tingkat akademik saya sangat menurun (Overall sebelum kecanduan dapet 88, setelah kecanduan menurun jadi 75)

begitu pula hubungan sosial saya, perilaku saya menjadi lebih agresif karena kecanduan game online (bahkan saya baru menyadarinya setelah disadari oleh teman saya)

sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan memainkan game online..
ini beberapa cara untuk menghilangkan kecanduan game online (walaupun tidak 100% )

1. buat tekad untuk adik anda, bicarakan sebaik-baiknya bahwa masih banyak pekerjaan yang bermanfaat dari pada bermain game online. (Membuat gambar seperti chara di game kita, atau membuat cerita fantasy.)

2. Ajaklah 1 hari saja, untuk tidak memainkan game online dan mengajaknya pergi atau jalan-jalan, biasanya orang yang sudah kecanduan akan berpikir. &quot;Wah.. sia-sia banget ya, tiap hari main game terus, padahal diluar masih banyak hal yang lebih bagus.&quot;

3. Buatlah daftar alasan mengapa harus mengurangi waktu bermain game online. (contoh : buat daftar berapa uang yang dikeluarkan, saat pergi ke warnet, atau membeli vocher. dan hitunglah, katakan pada adik anda &quot;Kamu sudah mengeluarkan segini, hanya untuk game online!&quot;

4. Beralih ke game offline, meskipun tidak seseru game online, setidaknya bisa mengatasi (Game PB -&gt; CS, Seal -&gt; FF)

5. biarkan dia merasa sendiri, seperti tidak mengacuhkannya, biasanya ini cara yang paling menyakitkan, tapi paling ampuh.

semoga membantu.
materi referensi:
How do you prove to exist?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cara menyembuhkan para pecandu game online.<br />
Unsur yang paling penting adalah niat, kebulatan tekad dan kontrol diri untuk dapat terlepas dari kecanduan game online dan kembali menata kehidupan yang terganggu akibat kecanduan itu.<br />
Setelah ada niat, kita pun perlu mengakui bahwa kita tidak berdaya melawan keingian untuk bermain dan mengakui bahwa hidup kita jadi tidak terarah dan tidak teratur akibat game online itu.<br />
Berdoa, minta pertolongan dan kekuatan Tuhan untuk dapat lepas dari kecanduan ini.<br />
Buatlah daftar alasan mengapa ingin menghentikan kecanduan game on-line. Kita dapat bertanya ke keluarga atau teman dekat untuk membantu kita melengkapi daftar itu. Tempelkan daftar ini di tempat yang mudah dilihat oleh kita untuk membantu menguatkan komitmen kita.<br />
Buatlah rencana kapan kita mau berhenti sepenuhnya. Kontrol diri sangat penting dalam hal ini. Kurangi secara bertahap frekuensi bermain game online.<br />
Tuliskan keuntungan yang dirasakan selama mengurangi dan membatasi bermain game online. Ketika kita kembali bermain tanpa mengenal batas waktu setelah kita berhasil berhenti bermain, bukan berarti rencana kita gagal. Hal itu wajar terjadi. Yang terpenting adalah kita belajar dari pengalaman kita agar hal itu tidak terjadi lagi.<br />
Jujur saja, sangat susah untuk menghentikan kebiasaan bermain game jika sudah masuk ke tahap &#8220;Addicted&#8221;. Tapi ada yang ingin saya tanyakan:<br />
1. Apakah prestasi belajarnya terganggu gara-gara game?<br />
2. Apakah dia jadi suka bergadang or bangun telat gara-gara game?<br />
3. Apakah sifatnya menjadi berubah? (Contoh: Suka berbohong, malas, sampai mencuri uang)</p>
<p>Karena ada sebagian orang yang mampu menyeimbangkan antara hak dan kewajibannya. Di satu sisi dia adalah gamer maniak, namun dia tidak mempunyai masalah di bidang prestasi akademik dan yang lainnya.</p>
<p>Kalau gaming sudah mempengaruhi prestasi dan merubah sifatnya, cobalah sharing dengannya mengenai masalah ini (jangan dimarahi, karena itu akan membuatnya semakin down dan akan lari ke game lagi). Kuncinya hanya satu, keterbukaan. Kita tidak bisa menutup mata bahwa fenomena &#8220;Online Game&#8221; ini sudah masuk dan populer di kalangan anak sekolah. Untuk itu, cobalah browsing di Internet untuk mengetahui informasi mengenai game yang ia mainkan. Karena dengan mengetahui yang ia mainkan akan lebih mudah untuk sharing dengannya.</p>
<p>Satu lagi, kalau anda merasa keahliannya dalam bermain game cukup mahir, kenapa tidak menyalurkan bakatnya tersebut? Banyak turnamen game yang diselenggarakan hampir di setiap kota di Indonesia. Jika dia menang, maka anda telah menemukan bakatnya di bidang game yang awalnya anda pandang negatif. Siapa tahu dia akan menjadi juara nasional, dan membela Indonesia dalam kancah game di dunia Internasional?<br />
Kalo berhenti secara total sih pasti sulit, mungkin adikmu suruh mikir aja dah, buat apa sih hambur hamburin uang hanya untuk karakter game doang? Apakah karakter game itu berguna untuk masa depannya hingga mungkin adek kamu sampe keluar duit buat dandanin tu karakter?<br />
Trus suruh mikir juga emang nyari duit tu gampang apa? Aku yakin adek kamu tuh pasti pintar, cuma jadi males mikir aja gara gara tu game.<br />
Coba kamu ajarin aja disiplin waktu, ada saatnya buat ngegame, dan ada saatnya buat belajar. Jujur, aku tuh termasuk GAMER, tapi aku tu gak sampe pada level &#8216;Addict. . !<br />
Kalo pengen nyoba, alihin aja adek kamu dari game online ke game offline, ato kalo gitu ajak nonton film kek ato kegiatan menarik lainnya kaya ngeband, bikin lagu, dll yg dapat mengalihkan kebiasaan maennya.</p>
<p>Moga ngebantu:-)ER, tapi aku tu gak sampe pada level &#8216;Addict. . !<br />
Kalo pengen nyoba, alihin aja adek kamu dari game online ke game offline, ato kalo gitu ajak nonton film kek ato kegiatan menarik lainnya kaya ngeband, bikin lagu, dll yg dapat mengalihkan kebiasaan maennya.<br />
Saya pernah menjadi Addict Game Online, jujur saja.. bahkan seminggu bisa habis sampai Rp. 50.000,-</p>
<p>tapi kebiasaan itu sekarang sudah hilang, karena Orang tua saya yang memang melarang keras, dan saya menyadari tingkat akademik saya sangat menurun (Overall sebelum kecanduan dapet 88, setelah kecanduan menurun jadi 75)</p>
<p>begitu pula hubungan sosial saya, perilaku saya menjadi lebih agresif karena kecanduan game online (bahkan saya baru menyadarinya setelah disadari oleh teman saya)</p>
<p>sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan memainkan game online..<br />
ini beberapa cara untuk menghilangkan kecanduan game online (walaupun tidak 100% )</p>
<p>1. buat tekad untuk adik anda, bicarakan sebaik-baiknya bahwa masih banyak pekerjaan yang bermanfaat dari pada bermain game online. (Membuat gambar seperti chara di game kita, atau membuat cerita fantasy.)</p>
<p>2. Ajaklah 1 hari saja, untuk tidak memainkan game online dan mengajaknya pergi atau jalan-jalan, biasanya orang yang sudah kecanduan akan berpikir. &#8220;Wah.. sia-sia banget ya, tiap hari main game terus, padahal diluar masih banyak hal yang lebih bagus.&#8221;</p>
<p>3. Buatlah daftar alasan mengapa harus mengurangi waktu bermain game online. (contoh : buat daftar berapa uang yang dikeluarkan, saat pergi ke warnet, atau membeli vocher. dan hitunglah, katakan pada adik anda &#8220;Kamu sudah mengeluarkan segini, hanya untuk game online!&#8221;</p>
<p>4. Beralih ke game offline, meskipun tidak seseru game online, setidaknya bisa mengatasi (Game PB -&gt; CS, Seal -&gt; FF)</p>
<p>5. biarkan dia merasa sendiri, seperti tidak mengacuhkannya, biasanya ini cara yang paling menyakitkan, tapi paling ampuh.</p>
<p>semoga membantu.<br />
materi referensi:<br />
How do you prove to exist?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: emira fathurahmi</title>
		<link>http://psikologi-online.com/mencegah-anak-kecanduan-tv-game/comment-page-1#comment-639</link>
		<dc:creator>emira fathurahmi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 07:58:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi-online.com/?p=120#comment-639</guid>
		<description>Bagaimana cara mengatasi siswa yang kecanduan game? dan apa akibatnya bermain game terlalu lama? thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana cara mengatasi siswa yang kecanduan game? dan apa akibatnya bermain game terlalu lama? thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: awal</title>
		<link>http://psikologi-online.com/mencegah-anak-kecanduan-tv-game/comment-page-1#comment-433</link>
		<dc:creator>awal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 12:29:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi-online.com/?p=120#comment-433</guid>
		<description>Bagai mana cara mengatasi anak yg sudah terlajur kecanduan main game online agar tidak sering bermain ke warnet ? Tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagai mana cara mengatasi anak yg sudah terlajur kecanduan main game online agar tidak sering bermain ke warnet ? Tq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indah Nur Utami Dewi</title>
		<link>http://psikologi-online.com/mencegah-anak-kecanduan-tv-game/comment-page-1#comment-289</link>
		<dc:creator>Indah Nur Utami Dewi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 08:20:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi-online.com/?p=120#comment-289</guid>
		<description>Bagaimana cara mengatasi  anak yang sudah terlanjur kecanduan main game? Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana cara mengatasi  anak yang sudah terlanjur kecanduan main game? Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

