Sense of Humor
Rasa humor atau beken dikenal dengan istilah sense of humor adalah kemampuan seseorang untuk menangkap adanya sesuatu yang lucu dari sebuah peristiwa. Semakin mudah seseorang menangkap hal-hal lucu maka semakin tinggi rasa humornya. Proses merasakan humor tidak sederhana. Mula-mula pikiran Anda berusaha menangkap adanya sisi lucu sehingga Anda berpikir ada sesuatu yang menggelitik dalam suatu peristiwa. Lalu secara otomatis perasaan Anda meresponnya dengan rasa riang dan tubuh Anda meresponnya dengan tertawa. Secara bersamaan, tubuh, perasaan dan pikiran Anda memberikan respon terhadap peristiwa lucu.
Ketawa hanyalah salah satu bentuk ekspresi fisiologis dari rasa humor. Anda bisa merasakan humor tanpa ketawa. Bisa jadi, Anda hanya tersenyum kecil saja saat merasakan kelucuan. Biasanya sih orang menganggap bahwa semakin banyak ketawa maka semakin banyak selera humor yang dimiliki seseorang. Itu benar adanya. Anda tidak mungkin ketawa jika Anda tidak mengalami kelucuan, bukan!
Orang yang memiliki rasa humor tinggi pasti cerdas. Tidak mungkin mereka bodoh. Ketika menghadapi sebuah peristiwa, mereka bisa melihatnya dari berbagai sisi yang berbeda. Itu butuh kecerdasan tersendiri. Semakin cepat dan mudah menemukan sisi lucu dari sebuah kejadian, maka dia semakin cerdas. Pameo yang bilang “who laughs last, thinks slowest” atau “siapa tertawa paling akhir adalah yang paling bodoh” benar adanya. Mudah sekali mengetahui seseorang cerdas atau tidak. Coba perhatikan saja setiap orang yang sedang kumpul-kumpul saling menceritakan lelucon. Jika ada yang bingung garuk-garuk kepala pasang ekspresi tidak mengerti, padahal yang lain sudah tertawa terbahak-bahak, bisa dipastikan itu orang paling lelet otaknya.
Coba tebak jawaban dari pertanyaan lelucon berikut, “Mengapa bumi selalu berputar mengelilingi matahari?”
Anda tahu bahwa pertanyaan di atas adalah pertanyaan untuk lucu-lucuan saja. Jadi, Anda mesti memberikan jawaban yang tidak biasa dan sedapat mungkin lucu. Tapi jika Anda tidak bisa memikirkan jawaban lain kecuali karena gravitasi matahari, maka sudah pasti Anda orang yang kurang kreatif. Ayo apa jawaban Anda? Terlepas lucu dan tidaknya, jika Anda cukup kreatif, puluhan jawaban bisa Anda berikan, berikut beberapa di antaranya : “Karena ingin mencari diskon ‘Matahari’ yang paling besar” (ingat supermarket matahari), “Karena bumi suka lari-lari”, “Karena Matahari cantik sih” (ingat Matahari si penari cantik) , “Iseng saja. Daripada diam nggak ada kerjaan”, “Kalau mengelilingi Monas terlalu cepat muternya”, “Kalau mengelilingi kampung, nanti dikira mau nyaingin penjual sayur.”
Humor merupakan salah satu bentuk kreativitas paling tinggi yang dimiliki manusia. Nah, kreativitas merupakan kecerdasan paling tinggi yang dimiliki manusia. Artinya, rasa humor yang tinggi memang terhormat. Ia benar-benar merupakan bukti kecerdasan yang dimiliki seseorang. Tidak mungkin ada pelawak yang goblok. Mereka pasti cerdas. Bahkan pelawak Bolot yang selalu berakting sebagai orang bodoh dalam lawakannya di televisi, bisa digaransi merupakan orang yang cerdas

