Seputar emosi sedih
Emosi sedih juga merupakan emosi dasar manusia, diluar marah, bahagia, takut, jijik, dan terkejut. Emosi ini sangat umum kita jumpai. Pun diri kita sendiri suatu kali mestinya pernah merasakan sedih. Coba Anda ingat-ingat kapan Anda pernah merasakan sedih. Anda pasti akan mengingat sekurang-kurangnya satu kali kesedihan yang pernah Anda alami.
Ekspresi sedih bisa dengan gampang dilihat. Seseorang yang bersedih akan terlihat dari ekspresi wajahnya yang sendu. Matanya mungkin berkaca-kaca karena menangis. Geraknya jadi lamban. Kata-katanya menjadi berat. Menjawab pertanyaan lebih singkat dan cenderung menjadi pasif.
Apa saja yang menimbulkan sedih? Kita bersedih saat berpisah dari sesuatu yang kita sayangi. Entah itu berupa orang (keluarga kita, pasangan kita atau orang yang kita cintai dan kita kagumi diam-diam), barang (benda-benda kesayangan dari mulai barang koleksi sampai mobil dan rumah), atau binatang (anjing, kucing, burung, atau apapun piaraan kita). Kita juga merasa bersedih saat mengetahui ada yang menderita. Misalnya orang tertimpa bencana atau mengalami kesusahan hidup. Lalu kita bersedih karena merasa ditolak atau tidak disetujui. Misalnya lamaran cinta kita ditolak. Kemudian kita juga bersedih jika merasa tidak memiliki harapan. Misalnya tahu bahwa penyakit yang diderita sudah tidak dapat diobati.
Biasanya emosi sedih sangat dekat dengan depresi. Pembahasan sedih tidak akan lengkap tanpa membahas depresi. Namun, depresi bukanlah sedih, melainkan percampuran antara rasa sedih, pesimis, tanpa harapan, dan mungkin juga marah. Jadi, depresi adalah emosi yang kompleks. Sementara itu, sedih bisa dibilang merupakan emosi tunggal.
Sedih bersifat fungsional. Tidak melulu merugikan seperti yang dikira umumnya orang. Seseorang yang bersedih akan lebih tergerak untuk memberikan bantuan. Misalnya Anda merasa sedih mengetahui seorang anak yang ditinggal mati semua keluarganya karena tersapu tsunami. Tentunya Anda lebih mungkin untuk memberikan bantuan pada anak itu ketimbang bila Anda tidak bersedih. Pun pada saat Anda mengalami kesedihan, dan kesedihan Anda itu diketahui orang, maka orang akan berupaya memberikan bantuan. Misalnya saat Anda sedih ditinggal mati orangtua Anda, maka orang-orang akan membantu Anda saat itu. Pendek kata, sedih juga berguna.


saya tak berniat mengomen penyataan di atas,tetapi sekadar berkongsi perasaan sedih saya ketika ini,bila mana kita sering rasa dipinggirkan dan dibelakangkan oleh suami dan keluarga,bukan untuk memburukkan tetapi tiada siapa lagi tempat untuk saya meluahkan rasa, dan paling menyedihkan lagi apabila diri ini tidak dihargai oleh mereka yang disayangi,puas sudah diri ini memujuk rasa agar menerima secara positif apa yang berlaku sekarang ini, tetapi semakin lama bukan semakin baik tetapi semakin buruk sikap mereka terhadap saya.Saya berusaha membaca buku untuk cuba mengatasi masalah tetapi tak dapat diselesaikan juga,akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi mengharapkan apa-apa dari mereka yang saya sayangi,kerana ianya amat menyakitkan kalau untuk diharapkan,saya tahu suami saya tidak menyayangi saya dengan sepenuh jiwa dan raga,dan hanya saya seorang saja mengasihi dia dan cuba membahagiakan dia.Sedangkan dia tidak begitu.
Aslkm..
bisa tolong kirimkan referensi tentang emosi sedih, karena saya mau mengangkat judul ini buat skripsi.
Makasih sebelumnya.