Seputar emosi takut

fearPernahkah Anda merasa takut? Misalnya bertemu orang yang menyeramkan, bertemu binatang buas, bertemu ular, atau takut jatuh? Sudah sewajarnya Anda pernah merasa takut. Setinggi apapun keberanian orang, ia mesti pernah mengalami rasa takut. Orang-orang yang berani tidak lahir begitu saja. Mereka menjadi berani karena telah belajar mengatasi rasa takut.

Pada saat ketakutan, seseorang bisa gemetar dan gugup. Susunan kata-katanya menjadi kacau balau. Sering salah-salah ucap. Kadang bulu kuduk merinding. Tidak berani melihat objek yang membuat takut. Terduduk gemetar dan diam. Tidak berani saling menatap mata. Kadang juga kabur menjauh dari hal yang menakutkan. Ekspresi takut sangat kentara. Sekurang-kurangnya orang akan menunjukkan kegelisahan. Begitu kuatnya dorongan fisiologis dari rasa takut sehingga orang banyak memberikan perhatian terhadap emosi ini.

Apakah penyebab emosi takut? Kita takut terhadap sesuatu yang berpotensi membahayakan diri kita. Ancaman bahaya itu bisa berupa rasa sakit, terhina dan terluka, atau bahkan kematian. Misalnya kita takut terhadap ular karena ular kita nilai membahayakan bagi kita. Kita takut naik pesawat terbang, karena berpikir pesawat terbang tidak aman. Kita takut dalam gelap, karena dalam kegelapan banyak bahaya yang tidak bisa kita antisipasi. Kita takut pada seseorang karena bisa menyakiti kita. Kita takut untuk membaca sebuah buku kontroversial karena khawatir itu akan menggoyahkan kepercayaan lama kita. Pendek kata, segala sesuatu yang kita anggap berbahaya bisa menimbulkan rasa takut.

Takut juga bisa ditimbulkan karena kita berada dalam situasi yang tidak familiar. Bayangkan tiba-tiba Anda berada di tengah hutan rimba tanpa seorangpun di dekat Anda. Jika Anda belum pernah memasuki hutan, maka mungkin Anda akan takut. Begitupun saat Anda masuk ke sebuah daerah yang belum Anda kenal, maka bisa jadi Anda merasa takut. Singkatnya, merasa terasing bisa menimbulkan rasa takut.

Ancaman kehilangan dukungan juga bisa menimbulkan rasa takut.   Bayangkan jika Anda mencuri uang orangtua Anda. Anda mungkin merasa takut ketahuan. Sebab, jika ketahuan maka Anda akan kehilangan dukungan dari mereka. Anda akan dikecam seluruh anggota keluarga. Begitu juga Anda takut menolak ajakan teman-teman Anda untuk naik gunung karena Anda khawatir akan kehilangan teman-teman Anda. Seorang istri takut melawan kekerasan suaminya karena was-was akan diceraikan.

Dari berbagai penyebab takut di atas, dapatlah kita menggolong-golongkan takut. Setidaknya ada empat kategori takut yang berbeda, yakni :

  1. Takut pada kejadian interpersonal. Misalnya takut dikritik, ditolak, berkonflik, dan diserang orang lain.
  2. Takut karena permasalahan eksistensial. Misalnya takut pada kematian, luka badan, darah, pembedahan, dan penyakit.
  3. Takut pada binatang. Misalnya takut pada binatang buas, pada berbagai jenis serangga, dan pada beragam jenis reptil, seperti ular.
  4. Takut yang berhubungan dengan tempat. Misalnya takut pada keramaian, takut pada ketinggian, takut pada tempat tertutup, takut melakukan perjalanan sendirian, dan lainnya.

Biasanya emosi takut selalu dikaitkan dengan emosi cemas. Takut dianggap sebagai inti dari kecemasan. Rasa cemas merupakan antisipasi dalam menghadapi rasa takut. Biasanya takut dan kecemasan berlebih akan membentuk seseorang memiliki fobia, atau ketakutan terhadap hal-hal khusus tertentu. Pada tulisan di atas telah disebutkan beberapa jenis fobia. Sebagai tambahan, ada fobia terhadap kematian (thanatophobia), fobia terhadap binatang (zoophobia), fobia dikubur hidup-hidup (taphophobia), fobia terhadap rasa sakit (algophobia), dan lainnya.

Takut memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. Emosi takut membuat seseorang mampu menghindari bahaya karena memberikan peringatan darurat. Adanya takut membuat seseorang mampu berlari menjauh dari bahaya. Fobia sebagai antisipasi takut juga sangat penting. Fobia terhadap tempat dan hal-hal berbahaya membuat orang tidak menceburkan diri pada bahaya yang mungkin mengancam jiwanya.

Ada dua mekanisme yang membuat takut bisa menghindarkan seseorang dari bahaya. Pertama, takut berfungsi mengatur tubuh untuk kabur dan memfokuskan perhatian pada hal tersebut. Saat seseorang takut, fokusnya hanyalah untuk kabur semata. Kedua, takut bisa membuat kesadaran terputus, gerak refleks dicegah dan bahkan menyebabkan pingsan. Dalam kondisi pasif ini, seseorang bisa juga terhindar dari bahaya. Misalnya pada saat akan diperkosa lalu jatuh pingsan, maka boleh jadi perkosaan akan batal dilakukan.

Komentar
  • ASS AKU MERASA TAKUT PADA DIRIKU SENDIRI…AKU INGIN TAU APA PENYEBAB NYA….DAN AKU JGA PERNA BERPIKIR TUHAN ITU DARI MANA TPI AKU TAK MENEMUKAN SOLUSINYA SAMPAI AKU BERTERIAK HISTERIS TOLONG BERI TAU BAGAI MANA CARA AKU MENGATASI MASALAKU INI…MAKASI SEBELUMNYA…

  • ahmad suharto:

    salam kenal.saya mau nanya.saya ini takut kepada preman jahat,hantu,binatang buas…..tapi kenapa kok kurang takut sama neraka?mohon jawabannya.makasih

    • Tasha Alya:

      salam kenal,aku mau tanya.Gimana sih cranya spy kta bsa ngilangin phobia dari diri kita?mohon jwabannya yahh mksh :)

  • Ivan Irawan:

    Salam kenal,,, saya mau menanyakan kenapa saya sering merasa takut menghadapi masa depan….Tolong dibantu cara permasalahan yang saya hadapi…

  • permisi,, pndatang baruu..
    sebelumnya ucapan selamat dan motivasi kepada pemilik blog, semoga terus berkarya dan sharring ilmu pengetahuanalam bidang psikoligi..
    bagaimna solusinya lw kita merasa takut akan hal-hal yang akan kita tempuh kedepannya,, dan kita takut kalau kita itu tidakmenjadi org yang sukses, sedangkan kita berharap untuk sukses…
    makasih atas solusinya

  • shane:

    Saya punya teman yg phobia terhadap hal gaib, dan dia sering merasa dirinya kecil bahkan lebih kecil dr semut terhadap orang/benda disekitarnya dan sering juga merasa benda disekitarnya mendekat/menghimpit dirinya.

    Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan dirinya ?

    Mohon penjelasannya, terima kasih

  • salam kenal,
    saya itu takut pada hantu.Tetapi saya tahu bahwa hantu itu tidak ada dalam kehidupan manusia.
    Dan lagi, saya takut jika mendegarkan lagu karlmeyer.
    saya mau tanya ,, sebenarnya, mengapa saya bisa takut pada sebuah lagu?

    terimakasih

Beri Komentar