Skeptisme terhadap fenomena psi
Kepribadian suka berfantasi
Tidak mudah untuk bisa mengklaim hal luar biasa yang Anda alami sebagai fenomena psi. Perlu sangat berhati-hati sebelum mengambil kesimpulan. Bisa saja yang Anda alami sebenarnya bukan fenomena psi sama sekali. Ada beberapa hal yang sebenarnya fenomena normal biasa lantas dianggap sebagai fenomena psi karena ketidaktahuan.
Meskipun tidak banyak jumlahnya, ada orang-orang yang memiliki kecenderungan berfantasi sangat tinggi. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk berfantasi. Tidak sekedar fantasi biasa, mereka bahkan merasa benar-benar bisa melihat, membaui dan menyentuh apa yang difantasikan. Seolah-olah fantasinya benar-benar nyata baginya. Mereka cenderung berhalusinasi, mudah dihipnotis, memiliki ingatan mendetail mengenai pengalaman hidup mereka. Tidak mengherankan jika mereka juga cenderung melaporkan mengalami peristiwa parapsikologi atau psi.
Selain itu, halusinasi juga sering dilaporkan sebagai gejala psi. Halusinasi adalah pengalaman yang dicirikan kehadiran sebuah objek yang menyebabkan suatu peristiwa terjadi, namun secara nyata objek itu tidak ada. Nah, boleh jadi seseorang akan mengklaim benar-benar menghadapi suatu penampakan tertentu, padahal sebenarnya hal tersebut hanya halusinasi.
Efek plasebo atau penyembuhan diri
Penyembuhan psi atau paranormal mungkin tidak benar-benar karena kekuatan psi, namun karena efek plasebo atau mekanisme penyembuhan diri. Pada beberapa kasus, sungguh-sungguh terjadi seseorang sembuh dari penyakit kronis tanpa intervensi apapun. Si sakit sembuh dengan sendirinya. Dengan kata lain orang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Hal tersebut dikenal dengan istilah ‘remisi spontan’. Situasi tersebut merupakan hal normal dalam dunia medik.
Kita tahu bahwa ada beberapa jenis sakit yang disebabkan karena faktor pikologis atau faktor mental, misalnya sakit kepala, rasa mual, insomnia, dan sembelit. Oleh sebab itu, dengan kondisi psikologis atau mental yang tepat, maka seseorang bisa sembuh dengan sendirinya.
Tanpa pelatihan psikologis, seseorang dapat juga menyembuhkan dirinya sendiri karena efek plasebo. Jika percaya bahwa suatu obat bisa menyembuhkan, maka tubuh bereaksi positif terhadap obat yang diberikan, sehingga sembuh. Meskipun obat itu sebenarnya hanya vitamin. Diketahui bahwa plasebo memberikan efek dalam penyembuhan diabetes, bisul perut, artritis, penyakit parkinson, sakit terkena radiasi, dan lainnya. Bahkan, secara mengejutkan, pada laki-laki maupun perempuan yang menginginkan pertumbuhan rambut, lantas hanya diberi plasebo, 11% di antaranya benar-benar mengalami pertumbuhan rambut.
Biasanya orang yang datang ke penyembuh psi (ke kaum paranormal), karena telah putus asa dan berhenti berharap bisa disembuhkan oleh pengobatan medik. Jadi, banyak yang merasa bahwa datang ke praktisi paranormal adalah harapan terakhirnya. Dalam kondisi tersebut, mereka mudah berada dalam keadaan super-tersugesti, dan memiliki harapan sangat tinggi. Oleh sebab itu mekanisme penyembuhan dirinya juga meningkat tajam sehingga bisa sembuh. Jadi, sembuhnya sakit bukan karena kemampuan psi si praktisi paranormal, tapi oleh ketidaksadarannya sendiri.
Oleh sebab itu bisa saja terjadi bahwa penyembuhan psi sebenarnya hanyalah efek plasebo. Bukan benar-benar karena adanya kekuatan mental yang diarahkan dari penyembuh kepada si sakit. Sembuhnya si sakit lebih karena faktor sosial dan psikologis yang memicu mekanisme penyembuhan diri sendiri melalui ketidaksadaran si sakit sendiri.
Penelitian mengenai praktek penyembuhan yang dilakukan oleh para saman (dukun) pada suku-suku Indian Amerika Utara, oleh antropolog Claude Levi-Strauss, menunjukkan hal serupa. Penyembuhan lebih banyak tergantung karena kepercayaan masyarakat dan si sakit terhadap dukun, ketimbang karena kemampuan dukun. Bahkan, kemampuan dukun justru dinilai paling tidak penting.
Besarnya tingkat kepercayaan masyarakat di negeri kita terhadap fenomena psi, sangat boleh jadi membuat penyembuhan psi (sering diistilahkan dengan penyembuhan alternatif) menjadi sangat efektif. Itulah sebabnya, praktek-praktek pengobatan alternatif tumbuh subur di mana-mana.
Sangat sulit membedakan penyembuhan diri dengan penyembuhan psi. Bagaimanapun, masih terdapat cukup alasan untuk tidak begitu saja mempercayai penyembuhan psi benar-benar hasil dari kekuatan psi. Sebaliknya, juga tidak mudah mengklaim bahwa penyembuhan psi hanya karena efek plasebo.
Namun memang ada bukti bahwa penyembuhan jarak jauh dimana penyembuh tidak pernah bertemu dengan yang disembuhkannya, benar-benar efektif. Hanya dengan melihat foto, penyembuh mengirimkan sinyal penyembuhan. Hal tersebut tanpa diketahui pasien. Hasilnya, kondisi pasien mengalami perubahan
Paranormal palsu
Anda datang menemui praktisi paranormal untuk tahu masa depan Anda. Maka, yang akan dilakukannya pertama kali adalah melakukan ‘pembacaan’ terhadap Anda. Ia akan mencoba menelisik diri Anda. Sebaliknya, Anda juga berupaya untuk mencari tahu apakah orang itu benar-benar paranormal atau hanya penipu atau dukun klenik biasa.
Umumnya masyarakat mempercayai adanya orang-orang yang menipu orang lain dengan mengaku-aku sebagai paranormal. Bahkan, mereka yang sangat skeptik, mengklaim bahwa semua praktisi paranormal adalah penipu.
Anda bisa mendeteksi paranormal palsu. Biasanya paranormal palsu mendapatkan informasi dari Anda melalui penampakan-penampakan yang Anda tampilkan dan melalui teknik interview yang brilyan. Mereka bisa menarik kesimpulan dari beragam tAnda-tAnda yang ada pada Anda, dan dikombinasikan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliknya.
Paranormal palsu memberikan perhatian pada detail penampakan klien dan perilakunya (berat tubuh, bahasa tubuh, postur, pakaian dan perhiasan yang dikenakan, gaya bicara, pilihan kata yang digunakan, dan sebagainya). Dari hal-hal tersebut, paranormal palsu bisa mengambil kesimpulan tentang status sosial ekonomi, gaya hidup, dan sifat kepribadian. Paranormal juga tahu dari pengalaman, bahwa mereka yang datang ke paranormal biasanya karena bermasalah di seputar pekerjaan, keuangan, kesehatan maupun hubungan dengan orang lain. Mereka akan mengajak Anda berbicara (sebuah interview terselubung) sembari memperhatikan segala tingkah laku Anda.
Dari data-data yang diperolehnya tentang Anda, paranormal palsu akan membuat kesimpulan tentang Anda. Kesimpulan itu sendiri, sebenarnya kesimpulan umum, yang bisa digeneralisasikan juga untuk orang lain. Namun, Anda bisa terperangah, terkejut dan kagum dengan ketepatan yang dibuat sang paranormal palsu itu, karena benar-benar sesuai menggambarkan diri Anda. Padahal, siapa pun yang cukup terlatih akan bisa melakukan hal tersebut. Psikolog yang cukup terlatih juga akan mampu melakukan hal yang sama.
Berbeda dengan paranormal palsu, mereka yang merupakan paranormal asli, tidak memerlukan observasi atau wawancara terhadap Anda.
Alasan bersikap skeptis terhadap parapsikologi
Fenomena psi merupakan fenomena yang masih terus menimbulkan perdebatan hangat hingga hari ini. Sebagian ilmuwan sama sekali skeptik tentang keberadaannya. Apalagi, setelah hampir 130 tahun berbagai pengujian ilmiah dilakukan untuk membuktikan psi, data yang dikumpulkan tetap belum terlalu meyakinkan. Pada tahun 1987, U.S. National Academy of Sciences, bahkan membuat kesimpulan bahwa “komite tidak menemukan justifikasi ilmiah dari penelitian selama 130 tahun tentang keberadaan fenomena psi.”
Sebuah workshop lalu diadakan di Amerika Serikat. Workshop tersebut dilaksanakan pada 30 September 1988, dan menghadirkan pakar parapsikologi, pakar-pakar dibidang lain yang berhubungan, serta para pengkritik parapsikologi. Belum ada kesimpulan bulat yang diambil dalam workshop tersebut apakah benar psi ada atau tidak. Namun, workshop itu menegaskan bahwa penelitian-penelitian mengenai fenomena psi tetap perlu dilakukan.
Berbeda dengan kalangan ilmuwan. Masyarakat umum justru kebanyakan percaya akan fenomena psi. Di negeri kita, perbincangan mengenai fenomena psi adalah perbincangan sehari-hari. Sudah biasa orang berbicara tentang hantu atau tentang pengobatan paranormal (pengobatan psi). Orang-orang yang melakukan praktek paranormal sangat banyak jumlahnya. Mereka bahkan berani mengiklankan praktek penyembuhannya dalam media massa umum bertiras besar. Hal mana menyimpulkan bahwa mereka cukup percaya diri praktek penyembuhannya bakal diterima masyarakat.
Hingga hari ini, terdapat setidaknya 2 posisi terhadap fenomena psi, yakni percaya bahwa fenomena psi itu ada versus tidak percaya bahwa fenomena psi itu ada. Mereka yang tidak percaya disebut kaum skeptik, yakni orang yang meminta bukti-bukti masuk akal dan logis untuk bisa mempercayai. Selama bukti-bukti itu tidak ada, maka tidak ada alasan untuk mempercayainya. Para kaum skeptik butuh bukti.
Termasuk di dalam kaum skeptik adalah mereka yang secara membabibuta tidak percaya adanya fenomena psi. Apapun yang terkait dengan fenomena psi ditolak mentah-mentah. Bahkan meskipun dibuktikan melalui pengukuran yang cermat di laboratorium.
Ada beberapa hal yang menyebabkan sikap skeptik terhadap parapsikologi. Pertama. Alasan masyarakat ilmiah bersikap skeptis terhadap fenomena psi, adalah karena fenomena tersebut tidak memiliki basis hukum-hukum alam yang diketahui. Artinya, tidak satu pun hukum fisika atau kimia yang diketahui yang bisa menerangkan fenomena tersebut. Dengan kata lain, tidak ada satu pun teori yang bisa menjelaskan fenomena psi. Penelitian-penelitian yang ada cenderung berupaya membuktikan apakah fenomena psi ada atau tidak. Penelitian-penelitian itu belum mampu menjelaskan proses-proses yang terjadi dalam fenomena psi.
Kedua. Media massa dan publik sering mencampur-adukkan antara parapsikologi dengan keyakinan tidak ilmiah dan peristiwa sensasional. Oleh sebab itu banyak orang jadi menganggap bahwa parapsikologi bukanlah ilmu yang serius. Itu pula sebabnya tidak banyak orang yang tertarik untuk benar-benar meneliti fenomena psi.
Ketiga. Bukti-bukti tentang adanya fenomena psi memiliki signifikansi secara statistik. Namun, bagi orang yang tidak terlalu paham statistik hal tersebut sama sekali tidak mengesankan. Misalnya, dari 100 percobaan menebak kartu, seseorang bisa menebak 70 kartu secara benar. Dari sisi statistik, angka itu sangat mengesankan karena peluangnya adalah 50:50. Namun, dari kacamata masyarakat awam statistik, nilai 70 tidak mengesankan. Akan mengesankan jika dari 100 percobaan, bisa benar seluruhnya. Nah, kebanyakan hasil penelitian hanya mengesankan secara statistik.
Keempat. Jika seseorang ingin mempelajari bukti-bukti tentang fenomena psi, referensi tentang teknisnya sangat sedikit. Hanya segelintir jurnal profesional yang memuatnya dan dicetak sangat terbatas. Di Indonesia, sangat sulit untuk menemukan literatur tentang hal tersebut. Untuk menulis buku ini, saya harus mengambil dari internet, merujuk pada ahli-ahli di bidang parapsikologi di lembaga-lembaga penelitian parapsikologi. Sumber-sumber itulah yang bisa dipercayai.
Kelima. Banyak orang khawatir bahwa fenomena psi betul-betul nyata ada. Mereka takut mengetahui fakta bahwa hal itu ada disekelilingnya. Oleh karena itu mereka menolak untuk percaya. Ketakutan akan kebenaran adanya fenomena psi, mungkin disebabkan beberapa alasan, seperti misalnya :
- Fenomena psi terkait dengan berbagai kekuatan jahat, magis atau sihir jahat.
- Orang akan bisa membaca pikiran Anda dan tahu rahasia Anda. Bayangkan jika pikiran jelek dan nakal tentang orang lain diketahui orang tersebut. Betapa memalukannya.
- Anda tidak ingin tahu apa yang akan terjadi pada diri Anda sendiri atau orang lain, karena tidak ingin mengambil tanggung jawab karena mengetahuinya.
Satu fakta yang pasti dari fenomena psi adalah penyebarannya yang sangat luas. Boleh dibilang kepercayaan akan adanya psi ada di semua budaya. Seluruh suku-suku bangsa di dunia memiliki kepercayaan tentang psi. Termasuk suku-suku bangsa di Indonesia. Ada tiga kemungkinan penjelasan tentang fakta tersebut. Pertama, fenomena psi tidak ada dan semua laporan tentang hal-hal tersebut merupakan ilusi, delusi, harapan tanpa arah, keyakinan yang keliru, kesalahan laboratorium dalam pengujiannya, atau penipuan.
Kedua, fenomena psi ada. Hanya saja, ilmu pengetahuan saat ini belum bisa menjelaskannya. Suatu saat nanti, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, fenomena tersebut akan bisa dijelaskan.
Teori kuantum, yakni teori tentang pergerakan materi dalam skala subatomik, merupakan teori yang digadang-gadang nantinya akan bisa menjelaskan fenomena psi. Hanya saja saat ini perkembangan teori kuantum belum sampai ke arah sana. Namun ada harapan bahwa teori tersebut akan bisa melakukannya. Atau setidaknya teori yang semacam itu akan bisa menjelaskannya nanti.
Ketiga, fenomena psi ada. Namun ilmu pengetahuan yang ada dalam bentuk sekarang ini, termasuk teori kuantum, tidak akan pernah bisa menjelaskan keberadaannya. Dibutuhkan model ilmu pengetahuan lain untuk bisa menjelaskannya. Saat ini, model itu belum ada. Jadi, tunggu saja, jika Anda cukup beruntung menjumpainya.


Artikel ini cukup bagus
yaa…Lanjutkan aja apa telah dilakukan
Jangan sampai negara kita tertinggal jauh sama pengetahuan atau Sains dari Barat
SUKSES UNTUK PSIKOLOGI INDONESIA