Tipe hubungan Anda dengan pasangan
Siapa yang tidak ingin menjalin cinta? Jika Anda tidak ingin menjalin cinta, maka Anda termasuk langka. Umumnya orang ingin menjalin cinta, baik berpacaran atau menikah. Ada orang yang ingin berpacaran tanpa ingin menikah. Ada orang yang ingin menikah tanpa berpacaran terlebih dahulu. Namun demikian kebanyakan orang ingin keduanya. Mereka ingin berpacaran terlebih dulu sebelum menikah.
Nah, apakah Anda sedang menjalani sebuah pernikahan atau sedang berpacaran? Jika iya, bagaimana bentuk hubungan Anda dengan pasangan Anda? Apakah Anda selalu tunduk padanya atau si dia yang selalu menurut pada Anda? Apakah Anda manja pada pasangan Anda atau si dia yang manja pada Anda? Apakah selalu ada konflik dalam hubungan Anda?
Terdapat pola khas dalam hubungan Anda dengan pasangan Anda. Dari waktu ke waktu selalu sama. Kalau pun terjadi perubahan hanya sedikit saja. Misalnya Anda tunduk kepada pasangan Anda, maka akan begitulah untuk seterusnya. Jika saat ini Anda menurut pada pasangan Anda, maka 1 tahun ke depan, atau 10 tahun ke depan sekalipun, Anda akan tetap menurut pada pasangan Anda. Perubahan hanya bisa terjadi jika Anda dan pasangan Anda mengubah keyakinan dan perilaku. Jika tidak ada upaya perubahan apa-apa, maka selamanya akan tetap begitu.
Mencermati tipe-tipe pernikahan sangat berguna. Jika Anda menikah, maka Anda mengetahui tipe pernikahan yang sedang dijalani. Anda juga tahu berbagai bentuk kemungkinan kehidupan pernikahan yang bisa dijalani. Seandainya ternyata pernikahan Anda saat ini buruk, maka Anda bisa menjadikannya lebih baik. Sedangkan jika Anda belum menikah, Anda akan tahu bentuk-bentuk pernikahan yang mungkin akan menjadi bentuk pernikahan Anda nantinya. Jadi, Anda bisa belajar lebih dini untuk menghindari pernikahan buruk datang dalam hidup Anda.
Secara umum terdapat 3 tipe hubungan yang berhasil diidentifikasi, yakni tradisional, mandiri dan terpisah. Penggolongannya dilakukan berdasarkan ciri-ciri umum yang ada dalam pernikahan maupun berpacaran. Misalnya dalam hal otonomi yang dimiliki masing-masing pasangan, tingkat berbagi antar pasangan, keyakinan terhadap peran tradisional masing-masing pasangan, waktu yang dihabiskan bersama, dan lainnya.
Cermati ciri-ciri dari setiap tipe. Ciri-ciri yang paling menggambarkan hubungan Anda sangat mungkin menunjukkan tipe hubungan Anda. Namun untuk lebih akurat, kerjakan kuis yang disertakan pada akhir subbab ini.
Tipe 1. Tradisional
Berikut adalah ciri-ciri hubungan tradisional.
- Memiliki kesamaan keyakinan dan menganut nilai-nilai serta pandangan hidup yang sama
- Memandang diri mereka sebagai satu kesatuan ketimbang sebagai dua pribadi tersendiri.
- Mereka saling tergantung satu sama lain.
- Mereka percaya jika salah satu pihak memiliki kebebasan pribadi, maka akan mengorbankan terjalinnya hubungan yang baik (Jika saya mengutamakan keinginan saya sendiri, sudah pasti hubungan saya bisa bubar)
- Percaya bahwa sebagai pasangan mereka harus melakukan segala sesuatunya bersama-sama. Hanya sedikit kegiatan yang dilakukan tanpa pasangan. (misalnya makan bersama, jalan-jalan bersama, liburan bersama, belanja bersama, kondangan bersama, dan sebagainya)
- Jarang memiliki konflik
- Percaya peran seks secara tradisional (Misalnya secara tradisional jika Anda laki-laki maka Anda bertanggung jawab mencari uang, memimpin dan memutuskan permasalahan yang timbul dalam rumah tangga. Sedangkan jika Anda perempuan maka Anda harus patuh pada pasangan Anda, mengurus urusan dapur, serta membesarkan anak)
- Mereka merasa saling menyesuaikan diri dengan sangat baik
- Mereka menilai pernikahan mereka stabil dan akan bertahan selamanya
- Mereka jarang atau bahkan tidak pernah berpikir untuk berpisah atau bercerai
- Mereka secara terbuka saling mengungkapkan kelemahan dan kekurangan diri tanpa khawatir akan ditolak
Tipe 2. Mandiri
Berikut adalah ciri-ciri hubungan mandiri.
- Menekankan individualitas
- Hubungan sesuatu yang penting tapi tidak lebih penting dibandingkan pribadi masing-masing pasangan. Masing-masing memandang diri mereka terpisah sebagai pribadi ketimbang sebagai satu kesatuan
- Terdapat perasaan yang kuat dari masing-masing pihak untuk tidak bergantung pada pasangan
- Hubungan dijalin untuk memuaskan setiap pihak dalam hubungan. Jika hubungan tidak memuaskan masing-masing pihak, sudah cukup sebagai alasan berpisah.
- Percaya bahwa mereka tidak harus selalu melakukan kegiatan bersama. Mereka berhak untuk melakukan kegiatan sendiri
- Jika terjadi konflik, mereka tidak merasa takut dan menghadapinya secara terbuka
- Mereka merasa saling menyesuaikan diri dengan cukup baik.
Tipe 3. Terpisah
Berikut adalah ciri-ciri hubungan terpisah
- Hidup bersama tetapi sebenarnya hidup secara terpisah
- Mereka melihat pasangan sebagai orang yang terpisah, dan tidak merasa layak menyebut Anda da pasangan Anda sebagai “kami” meskipun ada jalinan hubungan.
- Mereka merasa bahwa hanya ada sedikit dorongan untuk bersama pasangan.
- Hubungan yang ada semacam fungsi ritual, yang penting ada hubungan
- Mereka merasa sangat penting untuk saling memisahkan diri secara fisik, tidak hanya secara psikologis
- Masing-masing merasa bahwa diri mereka lebih baik jika melakukan segala sesuatu menurut cara mereka sendiri.
- Mereka mencoba untuk menghindari konflik dan menghindari ekspresi emosi negatif (marah, tersinggung, cemburu, benci, sedih, dan lainnya).
- Jika terjadi konflik, mereka cenderung saling menyerang pribadi pasangan
- Mereka memiliki keyakinan tradisional tentang peran seks.
- Mereka melihat hubungan mereka merupakan hal normal dalam kehidupan ketimbang sebagai hasil dari ikatan cinta yang kuat.

