Wajah yang familiar ketika memilih pasangan
Tim peneliti dari Universitas Liverpool, Inggris, menemukan bahwa otak manusia lebih memperhatikan wajah yang familiar ketika memilih pasangan potensial. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang memiliki wajah familiar dinilai lebih menarik daripada yang wajahnya kurang familiar. Selain itu mereka juga menemukan bahwa otak manusia memisahkan gambaran wajah laki-laki dan perempuan dan bereaksi berbeda terhadap gambaran itu tergantung seberapa familiar wajah itu.
Dr Anthony Little, dari University’s School of Biological Sciences, Universitas Liverpool, menguji apakah pengalaman visual sebelumnya dalam mengenali wajah mempengaruhi ketertarikan mereka di kemudian hari. Tim peneliti meminta lebih dari 200 partisipan untuk melihat sejumlah wajah yang telah dimanipulasi secara digital untuk mengubah karakteristik wajah. Hasilnya, partisipan penelitian yang diteliti lebih menyukai wajah yang paling familiar. Dalam sebuah tes, tim peneliti menunjukkan gambar wajah dengan mata lebar dan meminta mereka untuk membandingkannya dengan wajah yang memiliki mata sempit. Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang sebelumnya diperlihatkan wajah dengan mata lebar akan menyukai wajah dengan mata lebar, sedangkan mereka yang sebelumnya diperlihatkan wajah dengan mata sempit akan lebih menyukai wajah dengan mata sempit.
“Temuan itu menunjukkan bahwa otak menghubungkan antara familiaritas dengan daya tarik,” ujar Dr. Little.
Hm …. barangkali itu bisa menjelaskan mengapa kebanyakan orang tertarik pada ras yang sama atau etnik yang sama ketimbang tertarik dengan ras atau etnik yang berlawanan. Bukankah sudah biasa jika sesama etnik menikah meskipun bertemunya di perantauan yang nun jauh di sana, mungkin familiaritas punya pengaruh.
Sumber:
University of Liverpool (2005, September 1). Brain Remembers Familiar Faces When Choosing Potential Mate. ScienceDaily. http://www.sciencedaily.com/releases/2005/09/050901074837.htm

